Breaking News:

Beda Pernyataan Wali Kota, Bagian Hukum, dan Satpol PP soal AKB Kota Bandung Diperketat

Kepala Bagian Hukum Kota Bandung, Bambang Suhari menambahkan bahwa untuk AKB diperketat ini tidak akan ada perubahan

tribunjabar/mega nugraha
Wali Kota Bandung Oded M Danial 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Oded M Danial menegaskan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan sudah berlaku sejak Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat diterapkan.

Pemerintah Kota Bandung menerapkan AKB diperketat sejak Jumat 11 September 2020. Dalam AKB diperketat itu, petugas gugus tugas bakal memberikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan, tanpa ada tahapan imbauan atau peringatan. 

Aturan tersebut, kata Oded sudah tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) nomor 46 tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB). Perwal itu, kata dia, tidak perlu diperbarui lagi dimasa penerapan AKB diperketat. 

MALAM INI, LIVE STREAMING KAJIAN Ustaz Abdul Somad (UAS) di Tasikmalaya, Kebangkitan Umat Islam

"Denda ti kamari ge berjalan (dari kemarin berjalan). Sebagaimana Perwal, urusan denda sudah ada, cuma sekarang dari Perwal ada ringan, sedang dan berat. Kita sekarang diberatkan, tancap gas," ujar Oded, saat ditemui di Balai Kota, Senin (14/9/2020)

Namun, kenyataan di lapangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung belum menerapkan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengaku masih menunggu legalitas tertulis sebagai payung hukum penerapan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan

"Selama tiga hari, masih pakai Perwal lama, sanksi ringan, sedang dan berat. Nanti kalau ada perubahan, kita akan laksanakan sesuai dengan perubahan (Perwal)," ujar Rasdian. 

Bocoran Spesifikasi dan Harga Realme 7 Series di Indonesia, Pakai MediaTek Helio G95, Sudah Ada NFC?

Padahal, dalam jumpa pers seusai rapat terbatas tim gugus tugas Jumat 11 September 2020, Oded menyampaikan di AKB diperketat ini tidak ada lagi sanksi ringan dan sedang lagi, tapi langsung berat.

Rasdian pun mengaku akan berkoordinasi dengan bagian hukum. Sebab, Ia tidak ingin terjadi kesalahan dalam menegakan aturan di lapangan. 

"Jadi memang nunggu legalitas, kan harus ada dasar hukumnya, nanti kalau sudah dirapatkan nanti kita laksanakan," katanya. 

Kepala Bagian Hukum Kota Bandung, Bambang Suhari menambahkan bahwa untuk AKB diperketat ini tidak akan ada perubahan pada Perwal 46 tentang adaptasi kebiasaan baru. 

"Tidak, kemarin sudah diputuskan, dalam Perwal AKB sudah ada sanksi dari yang ringan dan berat, jadi tidak ada alasan untuk mengabaikan Perwal, sudah bisa dikenakan (sanksi), masa sosialisasi terus sekarang penegakan aturan," ujar Bambang. 
 

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Pemkab Garut Contoh Pemprov DKI Jakarta Tangani Kasus Corona

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved