Breaking News:

VIDEO 'Pertashop' Jual Harga BBM sesuai dengan SPBU, Tingkatkan Penghasilan Dayeuhwangi Majalengka

Ada pemandangan unik terkait penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Dayeuhwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
 
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Ada pemandangan unik terkait penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Dayeuhwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka.
 
Biasanya, harga penjualan selain di SPBU skala besar akan berbeda lebih mahal yanag mana selisihnya bisa sampai Rp 1000 atau Rp 2000 per liternya.
 
Namun, berbeda dengan Pom Bensin mini yang berada di Jalan Raya Sadawangi Wado yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.
Di sana, ada Pom Bensin mini yang harganya sesuai dengan harga di SPBU, yakni Rp 9 ribu untuk jenis Pertamax.
 
Tampaknya, di tengah pandemi Covid-19 Pemerintah Desa setempat menggandeng Pertamina untuk membantu masyarakat sekitar, khususnya terkait kebutuhan BBM.
 
Dari pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, SPBU yang dinamai 'Pertashop' itu ramai dikunjungi warga.
 
Tampaknya, kehadiran SPBU mini itu menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat sekitar.
 
Pasalnya, sebelum adanya SPBU tersebut, masyarakat harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk mengisi masing-masing kendaraannya.
 
Salah satu pembeli BBM di Pom mini tersebut, Ade (38) mengaku dirinya bisa memangkas waktu lebih cepat untuk membeli bensin untuk kendaraan roda duanya.
 
Sebelumnya, dirinya harus memakan waktu 30 menit jika harus membeli bensin di SPBU berskala besar.
 
"Kalau di sini pastinya lebih dekat, sedangkan kalau ke pom bensin besar lebih jauh. Selain itu, harga di sini juga sama dengan SPBU, jadi bisa lebih menguntungkan lah," ujar Ade selepas membeli bensin, Jumat (11/9/2020).
 
Sementara, Kepala Desa Dayeuhwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Atik Yuliningsih mengatakan pihaknya mendapatkan program dari Pertamina di masa pandemi Covid-19.
 
Salah satu tujuannya, yakni ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi, khusus di daerah pedesaan.
 
"Ini alhamdulillah kami mendapatkan program dari Pertamina dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi khususnya di pedesaan," ucap Atik.
 
Selain menguntungkan bagi masyarakat, jelas dia, pom mini itu harganya sama dengan SPBU.
 
Hal itu, lantaran pom bensin ini resmi dari Pertamina sebagai lembaga penyalur BBM di tengah pandemi Covid-19.
 
"Ini menjadi salah satu BumDes kami, Alhamdulillah kami belum sama sekali mengeluarkan modal tetapi keuntungan sudah didapat," jelas dia.
Dirinya menjelaskan, keuntungan yang dimaksud, yaitu pihaknya sama sekali belum mengeluarkan modal terkait pengadaan Pom mini tersebut.
 
Namun, pihaknya sudah mendapatkan keuntungan.
 
"Keuntungannya, kita hitung harian yang mana setiap harinya bisa terjual sebanyak 300 liter dengan harga 1 liter Pertamax Rp 9000 ribu atau sama dengan di SPBU biasanya," kata Atik.
 
Ia pun berharap, kerjasama ini terus berlanjut dan bisa mempercepat proses pertumbuhan ekonomi, khususnya masyarakat di pedesaan.
Penulis: Eki Yulianto
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Eki Yulianto
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved