Breaking News:

Virus Corona

Kalau DKI Jakarta Kewalahan, Emil Tawarkan Rumah Sakit di Bodebek untuk Rawat Pasien Covid-19

jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar terus meningkat, terutama dalam dua minggu ini

tribunjabar/handika rahman
Swab Test Massal Kembali Digelar GTPP Covid-19 Indramayu, Kini Giliran ASN dan Wartawan 

TRIBUNJABAR. ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan penggunaan rumah sakit (RS) di Jabar untuk merawat pasien Covid-19 asal DKI Jakarta.

Hal itu ditawarkan jika RS di DKI Jakarta sudah tidak dapat menampung lebih banyak pasien positif Covid-19.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut yang dibahas dalam pertemuan secara digital dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, RS di DKI Jakarta sudah hampir penuh terisi pasien Covid-19.

“Kami menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jabar masih baik, di angka 35 persenan. Maka kalau DKI kewalahan, kami menawarkan rumah sakit di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi), juga akan dipergunakan atas nama kemanusiaan,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Kantor DPRD Jabar, Jumat (11/9/2020).

Dari sinilah, katanya, pentingnya memahami bahwa dalam menangani Covid-19 jangan selalu dipilah-pilah berdasarkan administrasi atau wilayah politik.

Dalam kasus ini, harus memposisikan sebagai sesama manusia, sesama NKRI.

“Kita harus kompak, kurangi kata kompetisi, perbanyak kata kolaborasi, karena kita sama-sama NKRI,” katanya.

Ketua Divisi Manajemen Fasyankes Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, mengatakan, memang jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar terus meningkat, terutama dalam dua minggu ini dengan rata-rata 228 kasus per hari.

Ia menambahkan, ketersediaan tempat tidur ruang isolasi di RS di Jabar berjumlah 4.094 tempat tidur, sedangkan keterisiannya baru 44,33 persen.

Di Kota Depok keterisian ruang isolasi di RS mencapai 73,08 persen, Kota Bekasi 67,60 persen, dan Kabupaten Bekasi 55,60 persen.

Di Kabupaten Bogor keterisian ruang isolasi di RS mencapai 52,21 persen, di Kota Bogor 49,83 persen, sedangkan di Kota Bandung sebagai Ibukota Jabar terisi 31,52 persen.

Di Jabar, katanya, terdapat 105 RS rujukan pasien Covid-19. Kemudian ada penambahan RS rujukan melalui SK bupati dan wali kota sehingga total RS yang melayani pasien Covid-19 di Jabar mencapai 372 RS.

“Sepuluh RS yang merawat pasien Covid-19 terbanyak didominasi oleh Bodebek dan Karawang. Jadi masih memungkinkan memang kalau DKI Jakarta mengirim pasien ke Jabar,” ujar Marion. (muhamad syarif abdussalam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved