Breaking News:

Grup Band Rocket Rockers asal Bandung "Reuni" Demi Album Kemanusiaan

Kompilasi lagu-lagu kemanusiaan ini menyajikan aransemen karyanya tanpa memakai alat musik. Semua sumber suara hasil dari olah suara mulut

Istimewa
ROCKET ROCKERS - Para personel grup Rocket Rockers, (dari kanan ke kiri) Aska (gitar + vokalis), ucay (ex vokalis), bisma (bassist). lowpe (ex gitaris), dan ozom (drum). 

TRIBUNJABAR.ID - SIAPA sangka lagu “Reuni” yang sempat dirilis oleh band punk Rocket Rockers sembilan tahun silam, mampu membawa konteks reuni ini menjadi kenyataan. Nyatanya tahun ini lagu “Reuni” mampu mengembalikan dua personel Rocket Rockers yang telah mengundurkan diri, yaitu Ucay dan Lowpe. Keduanya bergabung kembali dengan teman-teman lamanya.

Reuni grup asal Kota Bandung ini hadir atas inisiasi lembaga kemanusiaan yang juga berasal dari Bandung, Explore. Organisasi kemanusiaan ini merilis album kompilasi bertemakan kemanusiaan.

Uniknya album ini menawarkan konsep berbeda dari album-album kompilasi yang pernah ada sebelumnya. Konsep acapella adalah tantangan yang ditawarkan oleh album ini kepada para artis pendukung, menjadikan pengalaman sekaligus tantangan baru yang tentunya akan terasa berbeda dan tidak biasa.

Beberapa lagu lama seperti lagu “Reuni” milik Rocket Rockers salah satunya akan tampil dengan aransemen dan format baru yang berbeda tanpa menggunakan alat musik.

“‘Kau lah yang bisa membuatku lepas tertawa, di saat kita berbagi yeahh, kau lah yang bisa membuatku bahagia dan itu pun sangat berarti’. Itu penggalan lirik di reff lagu Reuni yang sangat cocok untuk campaign tagline program-program Explore yang telah 3 tahun berkecimpung di dunia kemanusiaan.” demikian menurut rilis dari Explore yang diterima Tribun, Sabtu (12/9).

Kompilasi album lagu bertema kemanusiaan di Indonesia tercatat sangat jarang. Bahkan konsep kompilasi album kemanusiaan ini telah absen hampir satu dekade. Karena itu konsep kompilasi album kemanusiaan berjudul “Voice of Humanity” yang diinisiasi Explore ini menawarkan tantangan baru bagi seluruh musisi yang terlibat di dalamnya.

Kompilasi lagu-lagu kemanusiaan ini menyajikan aransemen karyanya tanpa memakai alat musik. Semua sumber suara yang direkam adalah hasil dari olah suara mulut yang dilakukan para musisi.

Diharapkan dengan konsep acapella ini pesan dari lirik setiap artis menjadi kekuatan yang solid menuju penyampaian pesan kemanusiaan yang lebih gamblang.

Beberapa musisi yang juga ikut terlibat dalam album “Voice of Humanity” antara lain Fadly (Padi, Musikimia) Mohammad Noh Saleh (Hujan) Malaysia, Eka (The Brandals), Yas Budaya (Alone at Last, Mitosmistis), Rudye (Revara, Lyon), Mp-Boys, Voccafarabi, dan Glory of Love.

Hasil dari lagu yang ada di album “Voice of Humanity” ini didonasikan untuk membantu anak-anak Indonesia yang mengalami masalah kesehatan seperti kekurangan gizi atau nutrisi, serta anak-anak yang kesulitan pendidikan karena terdampak pandemi Covid-19 selama enam bulan terakhir ini. (*)

Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved