Breaking News:

Ormas Tunggal Rahayu Ubah Lambang Negara tapi Pasal yang Dikenakan Polisi Soal Penipuan

Polisi menerapkan pasal tentang penipuan yakni Pasal 378 KUH Pidana dalam kasus Ormas Tunggal Rahayu

tribunjabar/firman wijaksana
Pimpinan Ormas Tunggal Rahayu, Prof Dr Ir Cakraningrat alias Sutarman menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut, Kamis (10/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi menerapkan pasal tentang penipuan yakni Pasal 378 KUH Pidana dalam kasus Ormas Tunggal Rahayu di Kabupaten Garut.

Dalam kasus itu, ormas tersebut membuat lambang negara, Garuda Pancasila dengan wajah burung garuda menghadap ke depan.

"Kami fokus pada penipuannya karena kami menetapkan pasal 378 KUH Pidana dalam kasus ini yang sudah ditingkatkan jadi penyidikan dari penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago via ponselnya, Jumat (11/9/2020).

Meski sudah berstatus penyidikan yang artinya polisi sudah menemukan dugaan tindak pidana disertai adanya dua alat bukti, polisi belum mengumumkan siapa tersangka dalam kasus itu.

Artis Tarling Pantura Susy Arzetty Ikut Demo di Pendopo Indramayu, Akui Kehilangan Ratusan Job

Adapun perbuatan penipuan dalam kasus itu yakni didapat keterangan dari sejumlah eks anggota ormas tersebut.

"Modus penipuannya yang mendaftar akan dapat uang dari Bank Swiss," ucapnya.

Polisi dalam kasus ini meminta keterangan sejumlah eks anggota Ormas Tunggal Rahayu yang mengaku sempat dimintai uang kemudian mendapat emas batangan seberat 800 ribu kilogram

"Saksi yang kami mintai keterangan bahwa saat menjadi anggota, diminta pendaftaran Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu per orang. Dalihnya setelah membayar yang, nanti akan diganti setelah pencairan dari Bank Swis,"‎ ucapnya.

Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu yang Belum Rampung, Pengendara Masuk Lewat Akses Mana?

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved