Breaking News:

Oded Sebut Ruang Isolasi untuk Pasien Positif Covid-19 di Kota Bandung Masih Tersedia

Wali Kota Bandung, Oded M Danial memastikan ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 masih tersedia

tribunjabar/mega nugraha
Wali Kota Bandung Oded M Danial 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR,ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M Danial memastikan ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 masih tersedia, baik untuk menampung pasien dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) maupun bergejala.

Pemerintah Kota Bandung, kata dia, menyediakan 27 Rumah Sakit (RS) rujukan dengan total kapasitas 460 ruang isolasi atau tempat tidur. Dari jumlah tersebut, saat ini yang terisi baru 138 tempat tidur.

"Yang terisi baru 30 persen-nya. Jadi masih tersedia 322 tempat tidur," ujar Oded, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

Khusus fasilitas milik Pemkot Bandung, yaitu rumah sakit keluarga ibu dan anak (RSKIA) dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Bandung, kapasitasnya juga masih tersedia.

Swab Test Massal Kembali Digelar GTPP Covid-19 Indramayu, Kini Giliran ASN dan Wartawan

"Di RSKIA itu khusus bagi suspect atau positif yang tidak bergejala. Sedangkan suspect positif yang bergejala kami tempatkan di RSUD Kota Bandung," katanya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bandung masih terus melakukan pengetasan masal kepada pegawai dan ASN di Kota Bandung. Total sudah ada 2.631 dari target 3.100 pegawai dan ASN. Dari 2.631 itu, 189 orang dinyatakan positif virus Covid-19.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengetesan kepada ratusan pegawai dan ASN Pemkot Bandung yang lain, sehingga data tersebut belum dapat dianggap selesai dan bisa saja jumlah pasien positifnya terus bertambah.

"Masih ada kemungkinan penambahan, jangan kaget dugaan saya bisa ada di angka 2.60 dan 2.80 dan ini terjadi, tapi ini tidak jadi masalah. Artinya kita bisa tahu mapping nya," ujar Ema.

Ema menjelaskan, penanganan pada ratusan pegawai yang dinyatakan positif tersebut juga sudah dilakukan. Pemkot Bandung sudah memberikan tindakan seperti meminta melakukan isolasi mandiri dan isolasi di Rumah Sakit rujukan.

Kabupaten Bandung Masuk Zona Oranye, Padahal Mau Pilkada, Begini Kata Kadis Kesehatan

"Kalau ASN kita mudah dikendalikan. Jadi, kalau positif mereka langsung isolasi yang OTG bisa isolasi di rumah, tapi kalau di rumah tidak memungkinkan ke RSKIA. Tapi kalau ada gejala kita usul ke rujukan," ucapnya.

Penyebaran virus dari lingkungan pegawai Pemkot Bandung, kata dia, tergolong merata. Pegawai dan ASN yang positif itu tersebar dari beberapa SKPD dan kecamatan, artinya penyebaran virus tidak terpusat di satu tempat.

"Di bandung terjadi di beberapa titik. Kita bicara di 62 SKPD, badan, Kecamatan juga ada. Jadi persebaran proporsional," katanya.

"Jadi 189 ini bukan ancaman dan kita sudah kendalikan. Keluarganya juga kita lacak, bahkan kemarin dia kontak erat dengan siapa kita cari," ujarnya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved