MUI Mengeluarkan Surat Imbauan, Bagaimana Salat Jumat di Masjid Raya Bandung Hari Ini?

area di dalam dan luar sekitar Masjid Raya pun rutin dibersihkan dengan penyemprotan disinfektan

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Masjid Agung Kota Tasikmalaya kembali digunakan solat Jumat memasuki penerapan PSBB tahap kedua yang dibarengi AKB, Jumat (5/6/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Masjid Raya Bandung dipastikan tetap menggelar salat Jumat dan salat lima waktu berjemaah di masjid untuk besok dan seterusnya, hingga ada imbauan resmi dari Wali Kota Bandung atau Gubernur Jawa Barat.

Dewan Kemakmuran Masjid Raya Bandung (DKM), Muchtar Gandaatmaja, mengatakan, belum menerima imbauan apapun baik dari pemerintah kota maupun provinsi.

“Alhamdulillah seperti biasa tidak ada apa-apa, karena di Bandung masih terkendali dan tidak ada imbauan dari wali kota atau gubernur untuk memberhentikan sementara waktu (salat berjemaah) kalau Jakarta sudah merah semua. Jadi, Masjid Raya Bandung normal saja tidak apa-apa,” ujar Muchtar, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, selama belum ada imbauan Masjid Raya tetap menggelar salat Jumat dan salat lima waktu berjemaah dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Selama ini, kata dia, Masjid Raya Bandung berkomitmen menjalankan protokol kesehatan.

Bahkan, area di dalam dan luar sekitar Masjid Raya pun rutin dibersihkan dengan penyemprotan disinfektan. 

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan surat imbauan.

Surat imbauan kepada umat Islam itu ditandatangani Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas.

"MUI setelah mencermati dan mempelajari tentang perkembangan peningkatan angka kasus Covid-19 secara nasional di mana pada Rabu, 9 September 2020 jumlah warga yang sudah terkonfirmasi positif terkena covid-19 mencapai angka 203.342 kasus dengan penambahan 3.307 kasus baru," sebut surat MUI yang diterima redaksi Tribunnews.com dari Sekjen MUI Anwar Abbas, Kamis (10/9/2020).

"Bahkan di daerah tertentu pemerintah daerahnya sudah menyatakan bahwa daerahnya sudah berada dalam kondisi darurat dan atau mendekatinya. Untuk itu bagi kebaikan kita semua sebagai bangsa MUI mengimbau," tambah ungkapan surat tersebut.

Imbauan tersebut terbagi menjadi tiga, yakni untuk pemerintah, masyarakat luas, dan umat Islam.

Berikut imbauan poin-poin imbauan MUI untuk umat Islam:

1. Di daerah yang penyebaran virusnya tidak terkendali umat Islam untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan salat lima waktu berjemaah di masjid dan atau musala.

2. Di daerah yang penyebaran virusnya sudah terkendali pelaksanaan salat Jumat dan salat lima waktunya hendaklah memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

3. Supaya meningkatkan amal shalihnya dengan membantu saudara-saudara serta
handai taulannya berupa zakat infak dan sedekah terutama para tetangga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

4. Supaya para dai dan daiyah atau muballigh dan muballigah menyampaikan dan menganjurkan kepada para jamaahnya dalam setiap ceramah dan pengajiannya akan arti pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak.

 5. Supaya membaca Qunut Nazilah pada setiap salat wajib lima waktu agar kita semua terhindar dari wabah pandemi Covid-19. (nazmi abdurrahman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved