Breaking News:

Jabar Tawarkan Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 Asal Jakarta, Jika Rumah Sakit di Jakarta Penuh

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan penggunaan rumah sakit di Jawa Barat untuk merawat pasien Covid-19

Humas Jabar
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan penggunaan rumah sakit di Jawa Barat untuk merawat pasien Covid-19 asal DKI Jakarta, jika rumah sakit di DKI Jakarta sudah tidak dapat menampung lebih banyak pasien positif Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut dibahas dalam pertemuan secara digital dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Diketahui bahwa rumah-rumah sakit di DKI Jakarta sudah hampir penuh terisi pasien Covid-19.

"Kami menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jawa Barat masih baik, di angka 35 persenan. Maka kalau DKI kewalahan, kita menawarkan rumah sakit di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi), juga akan untuk dipergunakan atas nama kemanusiaan ya," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Kantor DPRD Jabar, Jumat (11/9).

Dari sinilah, katanya, pentingnya memahami bahwa dalam menangani Covid-19, jangan selalu dipilah-pilah berdasarkan administrasi atau wilayah politik. Dalam kasus ini, harus memposisikan sebagai sesama manusia, sesama NKRI.

Ari Sempat Lihat Maling Ambil Motornya, Namun Pencuri Itu Langsung Tancap Gas, Motor Pun Raib

"Kita harus kompak, kurangi kata kompetisi, perbanyak kata kolaborasi, karena kita sama-sama NKRI," katanya.

Ketua Divisi Manajemen Fasyankes Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Marion Siagian, mengatakan memang jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Barat terus meningkat, terutama dalam dua minggu ini dengan rata-rata 228 kasus per hari.

Marion mengatakan ketersediaan tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit di Jawa Barat berjumlah 4.094 tempat tidur, sedangkan keterisiannya baru 44,33 persen. Di Kota Depok sendiri keterisian ruang isolasi di rumah sakit mencapai 73,08 persen, Kota Bekasi 67,60 persen, dan Kabupaten Bekasi 55,60 persen.

Di Kabupaten Bogor keterisian ruang isolasi di rumah sakitnya mencapai 52,21 persen, di Kota Bogor 49,83 persen, sedangkan di Kota Bandung sebagai Ibukota Jabar terisi 31,52 persen.

Di Jawa Barat sendiri, katanya, terdapat 105 rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Kemudian ditambah penambahan rumah sakit rujukan melalui SK bupati dan walikota, sehingga total rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 di Jawa Barat mencapai 372 rumah sakit.

Tiap Hari Tambah Terus, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Capai 476 Orang

"10 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 terbanyak didominasi oleh Bodebek dan Karawang. Kemudian masih memungkinkan memang kalau DKI Jakarta mengirim pasien ke Jabar," katanya.

Jika di Jabar terjadi terus lonjakan kasus positif Covid-19, katanya, harus diantisipasi dengan pengalihan fungsi ruang rawat yang ada di rumah sakit, menjadi ruangan khusus untuk perawatan pasien Covid-19.

"Antara Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dengan DKI Jakarta dan Banten, sudah dilakukan video konferensi. Supaya ada penanganan cepat jika ada keterbatasan akses ke rumah sakit, karena di DKI sudah padat," katanya.

Jabar pun, matanya, memiliki pusat isolasi pasien positif Covid-19 yang masuk kategori orang tanpa gejala atau OTG, semuanya ada 998 tempat tidur di berbagai kabupaten dan kota di Jabar. Di BPSDM Jabar sendiri, terdapat 190 tempat tidur yang bisa ditambah menjadi 600 tempat tidur untuk perawatan OTG.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved