Breaking News:

Belum Buka Sejak Pandemi, Anggota Komisi B DPRD Ini Restui Spa Kembali Beroperasi

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung restui pusat kebugaran atau Spa untuk dapat kembali beroperasi.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat kebugaran atau Spa menjadi satu-satunya tempat hiburan yang belum diperbolehkan kembali beroperasi saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) oleh Pemerintah Kota Bandung.

Kondisi ini membuat sejumlah pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan keberlangsungan hidupnya dari usaha tersebut selama ini, mulai menjerit karena tidak adanya pendapatan.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan mendorong Pemerintah Kota Bandung agar menindaklanjuti persoalan ini, salah satunya dengan memberikan kesempatan untuk kembali beroperasinya tempat hiburan Spa.

189 ASN Pemkot Bandung Positif Covid-19, Keluarga dan Kontak Erat Terus Dicari

"Saya pribadi mendorong tempat usaha Spa ini dapat kembali beroperasi setelah enam bulan lalu terhenti beroperasi karena pandemi. Tapi tentunya, dibukanya kembali tempat hiburan malam ini harus dilakukan peninjauan terkait kesiapan dari penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh Gugus Tugas penanganan covid-19 Kota Bandung," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

Politisi Partai Demokrat itu pun menuturkan, pertimbangan dibukanya operasional salah satu tempat hiburan malam itu, dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kondisi para pegawai yang kian terdesak karena mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan siap untuk menampung aspirasi dari keluhan para pelaku usaha Spa untuk selanjutnya disampaikan kepada Pemkot Bandung agar menjadi rekomendasi dan acuan dalam memberikan izin kembali beroperasinya tempat hiburan tersebut.

Oded Sebut Ruang Isolasi untuk Pasien Positif Covid-19 di Kota Bandung Masih Tersedia

"Kami siap apabila para pelaku usaha ingin berdiskusi atau mengkomunikasikan keluhannya selama ini, sehingga kami memiliki pertimbangan untuk menjadikannya sebuah rekomendasi kepada Pemkot Bandung. Hanya saja, bila Pemkot Bandung nanti telah memberikan izin, kami meminta komitmen dari para pengusaha, agar penerapan aturan protokol kesehatan dapat dilakukan secara ketat dan serius guna mengantisipasi terjadinya penularan," ucapnya.

Agus menambahkan, pertimbangan lainnya dari dapat kembali beroperasinya tempat usaha Spa yaitu, potensi pendapatan pajak dari sektor usaha tersebut yang dapat berkontribusi dalam pendapatan asli daerah.

Enam Pegawai Setda yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Meski demikian, dirinya pun meminta agar Gugus Tugas covid-19 Kota Bandung menyertakan klausul kesepakatan dengan para pengusaha untuk bersedia menerima sanksi pencabutan izin operasional, apabila ditemukannya kasus baru penularan Covid-19, karena terjadinya pelanggaran dari mengabaikan protokol kesehatan.

"Kita punya parameter yang baku dalam mendorong persetujuan izin operasional usaha spa. Komitmen harus dibangun dengan keberanian mencabut izin bila terjadi pelanggaran atau ditemukannya kasus penularan dari aktivitas di tempat spa," katanya. 

Tags
Covid-19
Penulis: Cipta Permana
Editor: Siti Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved