Breaking News:

VIDEO Sudah Usang, Bangunan Jaman Belanda Berfungsi Pengendali Lintasan Rel Kereta Bernama Turnout

PADALARANG - Hanya berjarak sekitar lima ratus meter dari Stasiun Padalarang terdapat sebuah bangunan tua tepatnya dipinggir perlintasan rel kereta

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Hanya berjarak sekitar lima ratus meter dari Stasiun Padalarang terdapat sebuah bangunan tua tepatnya dipinggir perlintasan rel kereta api itu yang nampak sudah usang dan terbengkalai.

Bangunan yang memiliki luas panjang lima meter, tinggi empat meter dan lebar tiga meter itu kondisinya memprihatinkan. Tembok bangunan itu nampak banyak coretan.

Selain banyak coretan, kulit cat yang mengelupas, bangunan itu dikelilingi rumput ilalang.

Tribun Jabar mencoba menelusuri bangunan itu dan ternyata bangunan itu merupakan bangunan bernama Turnout atau wesel.

Turnout atau wesel itu sebagai pengendali sebuah sistim mekanik yang memudahkan kereta api untuk diarahkan dari satu lintasan ke lintasan yang lain pada sebuah persimpangan jalan kereta api. 

Asep (21) sebagai petugas perlintasan kereta api menceritakan sedikit sejarah yang ia ketahui soal keberadaan bangunan tua tersebut.

Menurutnya bangunan tua itu sudah berumur hampir sama keberadaan dengan stasiun Padalarang yakni pada tahun 1884 dan dibangun oleh perusahaan Staatspoorwagen.

"Itu dulunya dipergunakan untuk mengarahkan perlintasan rel kereta api, dari ceritanya bangunan itu dibangun pada jaman Belanda bareng dengan bangunan stasiun Padalarang, " ungkap Asep dilokasi.

Namun dikatakan Asep, bangunan itu entah dari kapan sudah tak digunakan lagi dan kondisinya terbengkalai seperti itu.

Keberadaan stasiun Padalarang ini merupakan yang kini masih aktif sebagai alat transportasi bagi warga dari arah Bandung menuju Purwakarta dan Bandung Raya seperti Cicalengka,  Cibatu dan Kiaracondong.

Menurut Asep keberadaan Turnout atau wesel itu digunakan Belanda untuk mengatur keperluan keberangkatan dan kepergian saat menduduki wilayah Bandung dari Batavia.

Bangunan ini memiliki gaya hindies atau Artdeco terlihat dari atap bangunan serta jendela.

Saat menelusuri kedalam bangunan, banyak sekali sampah berserakan serta bekas banyak potongan kayu.

Keberadaan bangunan ini, tepatnya jika saat melintas Jalan Cihaliwung ke arah Jalan Stasiun Padalarang, bangunan ini berada di sisi kiri. 

Kini peninggalan SS ini jaman Hindia Belanda kondisinya sangat memprihatinkan. 

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved