Outbreak Covid-19 di Indramayu Diprediksi November, Bertepatan Menjelang Pesta Demokrasi
Pelaksanaan Pilkada Indramayu 2020 yang bakal digelar 9 Desember 2020 sangat rentan terjadi penularan Covid-19.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pelaksanaan Pilkada Indramayu 2020 yang bakal digelar 9 Desember 2020 sangat rentan terjadi penularan Covid-19.
Terlebih outbreak atau titik puncak Covid-19 di Kabupaten Indramayu diprediksi bakal terjadi pada November 2020.
Prediksi itu berdasarkan perhitungan epidemiologi Provinsi Jawa Barat yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu.
"Sedangkan di November ini kita banyak agenda terutama pelaksanaan Pilkada yang pasti akan banyak menimbulkan kerumunan orang," ujar juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, kepada Tribuncirebon.com, Rabu (9/9/2020).
Deden Bonni Koswara menjelaskan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi GTPP Covid-19 Kabupaten Indramayu dalam mengendalikan penyebaran virus.
Oleh karena itu, pemerintah menegaskan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin termasuk dalam melaksanakan tahapan Pilkada Serentak.
Penekanan merapkan protokol kesehatan dalam Pilkada Indramayu 2020 juga ditekankan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi, bahkan sangat menyayangkan fenomena pendaftaran calon kepala daerah yang digelar pada 4-6 September 2020.
Saat itu seluruh bakal pasangan calon (bapaslon) justru mengerahkan massa.
Ada empat bapaslon yang mendaftar dalam Pilkada Indramayu 2020. Semua calon mengerahkan massa dengan jumlah mencapai ribuan orang untuk mengantar mereka mendaftar ke KPU.
"Mereka tidak mengikuti arahan Mendagri agar tidak membawa iringan massa pendukung yang berlebihan," ujar dia.
Bawaslu Kabupaten Indramayu juga menekan agar para bapaslon yang akan bertarung tidak lagi mengulangi hal serupa dalam tahapan-tahapan Pilkada selanjutnya.
"Atas dasar hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Indramayu mengimbau agar bakal pasangan calon dalam mengikuti tahapan selanjutnya tidak mengerahkan massa lagi dan mematuhi protokol kesehatan," ujar Nurhadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suasana-para-pendukung-bapaslon-daniel-mutaqien-syafiuddin-taufik-hidayat.jpg)