Breaking News:

Kerajinan Tangan Bisnis Utama Puka yang Menjaring Orang Disabilitas Jadi Mitra

Kerajinan tangan menjadi bisnis utama Puka (Pulas Katumbiri). Puka terbentuk karena founder dan CEO Puka, Desi Nuranisa (27), hobi membuat kerajinan t

Istimewa
Puka Tim 

Kerajinan tangan menjadi bisnis utama Puka (Pulas Katumbiri). Puka terbentuk karena founder dan CEO Puka, Desi Nuranisa (27), hobi membuat kerajinan tangan.

Desi sangat menyukai membuat kerajinan tangan seperti sulaman dan payet. Hobi itu membawanya mendirikan model bisnis yang berbeda.

Puka mempekerjakan para disabilitas untuk memproduksi sulaman, payet, dan lain-lain.

Mereka bekerja sama degan empat SLB, SLB Al Masduqi Garut, SLB Al Barkah Garut, SLB Nusantarakita Garut, dan SLB Wartawandi Bandung.

Untuk jumlah anaknya sendiri kurang lebih ada 25 orang.

Menurut Rafiati Kania (27), Co Founder dan COO Puka, mereka memilih SLB karena kebetulan di lingkungan tempat tinggal Desi terdapat SLB.

"Ternyata di sekolah ini ada kurikulum vokasional yang kayanya kami bisa mengkolabirasi.

Waktu itu kontak guru-gurunya. Waktu itu September 2015," kata Rafiati saat menjadi nara sumber acara Inspirasi Bisnis di Studio Tribun Jabar, Rabu (2/9/2020).

Menurut Desi, Puka berkeinginan menciptakan lapangan pekerjaan yang ramah difabel.

Halaman
123
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved