Breaking News:

Korupsi Perusahaan Daerah

Kejaksaan Negeri Siapkan 5 Penyidik untuk Usut Dugaan Korupsi di PDSMU Majalengka,  

“Kalau sebelumnya pada saat penyelidikan ada 15 orang saksi yang telah dimintai keterangan"

Tribun Cirebon/ Eki Yuliantoro
Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Dede Sutisna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Kejaksaan Negeri Majalengka menyiapkan lima orang penyidik untuk menangani kasus dugaan korupsi sebesar Rp 2,5 miliar pada Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha (PDSMU) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majalengka, Dede Sutisna, ia pada pekan ini tengah menyusun jadwal untuk memeriksa saksi-saksi atas kasus tersebut agar penyidik mulai minggu depan sudah bisa melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang bersangkutan.

“Jumat kemarin kami sudah melayangkan surat penyidikan. Minggu ini baru menyusun jadwal untuk pemeriksaan saksi-saksi yang akan dimintai keterangannya pada minggu depan,” ujar Dede saat dikonfirmasi Tribun Jabar, Rabu (9/9/2020).

Banyaknya penyidik yang disiapkan untuk menangani kasus tersebut, kata Dede, diharapkan penanganannya bisa segera tuntas untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat Majalengka serta Pemkab Majalengka sebagai pemilik perusahaan.

"Jumlah orang yang akan dimintai keterangan oleh penyidik lebih banyak dari sebelumnya," ucapnya.

Namun, mengenai jumlah orang yang sudah dimintai keterangan, Dede enggan menyebutkan. Ia, hanya memastikan bahwa pekan depan akan dijadwalkan.

“Kalau sebelumnya pada saat penyelidikan ada 15 orang saksi yang telah dimintai keterangan, yang dijadwalkan mulai minggu depan pastinya lebih banyak lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Majalengka menemukan tindak pidana korupsi di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Hal itu diungkapkan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majalengka, Dede Sutisna di sela-sela kegiatan Bakti Sosial dan Mancing Bersama dengan para awak media, Jumat (4/9/2020) lalu.

Dede mengatakan, sudah sebulan terakhir Kejari menangani kasus perusahaan BUMD tersebut, yakni PD Sindang Kasih Multi Usaha (SMU).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved