Jumat, 5 Juni 2026

Kebakaran Hutan Tangkuban Parahu Diduga Akibat Energi Panas Bumi, Perhutani Gandeng PVMBG Selidiki

Kebakaran hutan yang menimpa sekitar Blok Tower puncak Tangkuban Parahu yang terjadi pada Selasa (8/9/2020) malam diduga akibat energi panas bumi

Tayang:
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
Warga ikut padamkan api di hutan Tangkuban Parahu, Selasa (8/9/2020) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Kebakaran hutan yang menimpa sekitar Blok Tower puncak Tangkuban Parahu yang terjadi pada Selasa (8/9/2020) malam kemarin diduga akibat oleh energi panas bumi.

Diduga energi panas bumi itu keluar dari sela bebatuan yang berada di tumbuhan alang-akang yang mudah terbakar.

Akibatnya tumbuhan itu terbakar dan munculnya api yang merambat.

Kebakaran di Titik Blok Tower Puncak Tangkuban Parahu, Perhutani KPH Bandung Utara Lakukan Ini

Atas kejadian itu, pihak Administratur Perhutani, Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, Komarudin rencananya bakal menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) munculnya panas bumi tersebut.

"Besok kita akan layangkan surat ke Badan Vulkanologi (PVMBG) suapaya mereka yang menyelidiki," ujar Komarudin saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Komarudin menjelaskan untuk mencegah api susulan, Petugas Polisi Hutan (Polhut) telah melokalisir lokasi kebakaran dengan cara menyingkirkan tumbuhan yang mudah terbakar dari titik gas keluar.

"Kita sudah lokalisir, khawatir kebakaran terjadi lagi. Tapi pagi pun petugas mengecek lagi lokasi dan menyemprotkan air dengan jet shooter untuk pendinginan," katanya.

Hutan di Lereng Gunung Tangkuban Perahu Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat, PVMBG, Nia Haerani mengungkapkan ada dugaan lain selain dari panas bumi, diduga dari aktivitas rekahan.

"Yang jelas, kebakaran ini tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Tangkuban Parahu. Kalau kita lihat aktivitas Tangkuban Parahu hanya di kawah Ratu, Kawah Domas dan Kawah Upas. Itu normal," ujarnya.

Namun menurut Nia, peristiwa kebakaran itu dugaan awal disebabkan aktivitas permukaan lahan.

"Karena kalau kebakaran itu disebabkan oleh panas bumi, itu perlu suhu yang sangat tinggi. Ya itu tadi kalau dikaitkan dengan Tangkuban Parahu ini bukan. Karena aktivitasnya sampai saat ini tidak ada kenaikan," katanya.

Akibatnya, luas lahan yang terbakar seluas 5000 meter persegi. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved