Jangan Sampai Terkena Penyakit Kesehatan Mental, Berikut 9 Solusi Hilangkan Cemas Berlebihan
Tingkat kecemasan berlebihan dapat berubah menjadi gangguan kecemasan yakni salah satu penyakit kesehatan mental
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi keluarga, lingkungan, bahkan kantor kerap memicu rasa cemas dalam setiap diri seseorang.
Namun tahukah bahwa cemas tergolong salah satu emosi yang bisa saja muncul saat seseorang sedang stres.
Kondisi ini sebenarnya masih wajra dan umum terjadi serta dialami siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak.
Tapi perlu diketahu bahwa cemas yang berlebihan juga tidak baik bahkan bisa mempengaruhi hal lain.
Dikutip TribunJabar.Id dari jovee.Id, jika tingkat kecemasan yang dialami sudah berlebihan, keadaan dapat berubah menjadi sebuah gangguan kesehatan serta kecemasan.
Gangguan cemas adalah penyakit kesehatan mental, gejala dari gangguan ini adalah gugup, cemas, khawatir,serta takut berlebihan.
• Penyembuhan Pasien Covid-19 di Jabar Akan Tiru Pola Penyembuhan Klaster Secapa AD
• Kabar Mengejutkan dari Cirebon, Wakil Ketua DPRD Dinyatakan Positif Corona, Jalani Isolasi Mandiri
Kondisi ini akan mengubah emosi serta perilaku si pengidapnya.
Selain itu kondisi seperti ini akan mengubah emosi serta perilaku si pengidap.
Bahkan, gejala dari gangguan ini dapat berkembang menjadi gejala fisik dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Penyebab dan Gejala Gangguan Kecemasan
Ada berbagai macam faktor pemicu yang menjadi penyebab gangguan kecemasan.
Penyebab dari gangguan kecemasan ini bisa terjadi salah satu atau bersamaan.
Penyebab gangguan kecemasan ini seperti keadaan lingkungan, contohnya seperti mengalami kesulitan di tempat kerja, stres karena operasi, hingga reaksi otak yang timbul karena ketidaksesuaian hormon serta sinyal otak.
• Mantan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl Meninggal, Pemain Persib Ini Tulis Terima Kasih
• Jadwal Pencairan BSU Rp 600 Ribu Tahap 3, 3,5 Juta Pegawai akan Dapat Bantuan, Apa Ini Giliran Anda?
Timbulnya gangguan kecemasan ini awalnya berbeda antara satu orang dengan orang lain.
Gejalanya bisa mulai muncul ketika masa anak-anak, maupun dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/terkena-gangguan-kecemasan-sampai-depresi_20170124_064331.jpg)