Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19, Perlukah Konsumsi Suplemen Vitamin C Setiap Hari?
Pada dasarnya, seseorang yang sehat dan mampu memenuhi nutrisi setiap hari tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin C, selain dari makanan.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seseorang biasanya akan mengkonsumsi vitamin C sebagai salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh.
Terlebih ditengan pandemi Covid-19 saat ini, suplemen vitamin C di toko obat maupun apotek kian diminati.
Namun sebenranya, perlukan mengkonsumsi suplemen vitamin C? Terlebih bagi mereka yang sebenarnya bisa dikatakan memiliki tubuh yang sehat,
Untuk mengetahui berikut penjelasan tentang suplemen vitamin C sebagaimana dikutip TribunJabar.Id dari jovee.Id.
Mikronutrien satu ini bersifat larut dalam air. Asupan vitamin C bisa dipenuhi dari makanan dan suplemen.
Beberapa makanan yang mengandung vitamin C tinggi adalah buah-buahan termasuk keluarga sitrus dan jusnya, paprika, kiwi, stroberi, serta sayuran seperti brokoli, kentang, juga tomat.
• Luar Biasa Manfaat Kunyit Putih Bagi Kesehatan Tubuh, Atasi Maag, Rematik hingga Oabt Kumur
• Mengenal Manfaat Enzim hingga Efeknya bagi Kesehatan Tubuh Manusia
Tubuh membutuhkan asupan vitamin C untuk membantu produksi kolagen, yaitu protein yang diperlukan untuk proses penyembuhan luka.
Selain itu, vitamin ini juga mampu meningkatkan penyerapan mineral zat besi dari makanan serta menunjang fungsi dan kinerja sistem imun tubuh dalam melawan penyakit.
Siapa saja yang perlu konsumsi suplemen vitamin C?
Pada dasarnya, seseorang yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin C, selain dari makanan.
Disamping itu, konsumsi suplemen tambahan dianjurkan kepada orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti defisiensi vitamin.
• Jangan Sampai Terkena Penyakit Kesehatan Mental, Berikut 9 Solusi Hilangkan Cemas Berlebihan
• Selain Covid-19, Penyakit Ini Juga Harus Diwaspadai, Kasusnya Terus Meningkat
Kelompok orang yang membutuhkan asupan vitamin C tambahan dari suplemen, antara lain:
Perokok aktif maupun pasif. Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas.
Kalau seseorang sering terpapar asap rokok, otomatis tubuhnya membutuhkan antioksidan yang lebih banyak untuk memperbaiki kerusakan akibat radikal bebas.
Perokok memerlukan 35 miligram vitamin C lebih banyak (atau sebanyak 100-130 mg) daripada orang yang tidak merokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-minum-obat.jpg)