Petani Ngeluh Akibat Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan, Lahan Kering Rugi Puluhan Juta

Sejumlah petani di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan soal kondisi lahannya yang mengering, rugi puluhan juta

Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
Petani Ngeluh Akibat Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan, Lahan Kering Rugi Puluhan Juta 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Sejumlah petani di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan soal kondisi lahannya yang mengering hingga menderita kerugian puluhan juta rupiah.

Petani mengklaim kondisi lahan pertaniannya yang merugi itu disebabkan adanya proyek pembangunan jalan lingkar timur yang tengah dilakukan oleh PT Seneca Indonesia.

"Kerugian kami alami akibat areal persawahan kami mengering, ini jelas akibat proyek pembangunan jalan," kata Ketua Kelompok Tani desa setempat, Juned saat ditemui di lokasi kawasan pembangunan jalan lingkar timur setempat, Selasa (8/9/2020).

Kuningan Terancam jadi Zona Merah Jika Warga Tidak Disiplin

Juned mengatakan, sebelum terjadi pembangunan jalan lingkar ini, semua lahan garapan sawah  mendapat pasokan air yang cukup.

Namun, setelah ada pembangunan jalan ini pasokan air ke lahan pertanian menjadi berkurang.

"Kami bukan tak mendukung pembangunan jalan ini, namun tolong perhatikan lingkungan lahan sawah dan jangan ganggu soal irigasinya," ujarnya.

Juned mengatakan, kerugian yang di alami petani di taksir sekitar puluhan juta.

"Kalau hitungan kami, total kerugian dari sekitar luas 15 hektare, itu bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus Sekretaris Desa Karangmangu, yakni Nanda mengatakan, keluhan petani sebelumnya diterima pemerintah desa dan kini bupati juga melakukan mediasi.

"Iya petani mengeluh, akibat mereka rugi. Belum lama ini mereka patungan beli pipa untuk bisa mengairi sawah mereka," katanya.

Puskesmas Ciganda Mekar Kuningan Tutup Tiga Hari ke Depan, Ada 3 Tenaga Medis yang Positif Corona

Menanggapi hal itu, Bupati Kuningan H Acep bareng rombongan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang HM Ridwan Setiawan dan Konsultan PT Seneca Indonesia, langsung mengecak lokasi dan melakukan pembahasan.

Pantauan dilokasi pertanian, sejumlah tanaman milik tani desa setempat terlihat mengering, tidak sedikit hasil pertanian mereka rusak alias buruk akibat pasokan air tak menentu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved