Selasa, 28 April 2026

Bupati Minta Pengelola Wisata di Majalengka Lebih Kreatif dalam Promosi Wisata

Hal itu, untuk meningkatkan minat pengunjung yang akhirnya dapat membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
eki yulianto/tribun jabar
Potret kegiatan Bimbingan Teknik (Bintek) SDM Ekonomi Kreatif dengan tema gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (Bisa) bertempat di Curug Muara Jaya di Desa Argamukti Kecamatan Argapura, Selasa (8/09/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta para pengelola tempat wisata untuk kreatif dalam promosi wisatanya.

Hal itu, untuk meningkatkan minat pengunjung yang akhirnya dapat membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah.

Permintaan itu terkuak dalam kegiatan Bimbingan Teknik (Bintek) SDM Ekonomi Kreatif dengan tema gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (Bisa) bertempat di Curug Muara jJaya di Desa Argamukti Kecamatan Argapura, Selasa (8/09/2020).

Karna mengatakan, dengan banyaknya potensi obyek wisata di Majalengka dan ekonomi kreatif merupakan lokomotif peningkatan pembangunan di Kabupaten Majalengka.

Tata kelola pariwisata harus benar-benar di maksimalkan untuk kemajuan peningkatan PAD.

Selain itu, daya tarik dan daya tawar wisata diharapkan bisa menarik kunjungan wisata di berbagai objek yang ada di Kabupaten Majalengka meskipun dalam pandemi Covid-19 ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Karna, Selasa (8/9/2020).

Bupati optimis, jika dalam pengelolaan pariwisata dilakukan dengan baik dan memiliki sumberdaya manusia yang lengkap, maka pengunjung yang datang akan merasa terkesan.

“Sangatlah tepat diadakannya bimbingan teknis SDM Ekonomi Kreatif ini agar semakin banyak orang yang datang dan akan merasa senang dan disenangkan oleh pelayanannya yang baik dan ramah. Di samping visual kebersihan dan keasrian tempat, sajian kuliner dan spot-spot lainnya hingga cindera mata khas daerah menjadi bagian dari daya dukung dalam menghidupkan potensi dunia pariwisata di Majalengka,” ucapnya.

Sementara itu, upaya dalam menggeliatkan kembali dunia pariwisata Majalengka di tengah pandemi, Bupati mengimbau protokol kesehatan (Prokes) agar dipedomani seiring dengan berjalannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pemerintah Kabupaten Majalengka akan mengucurkan anggaran 10 miliar bagi pengembangan pariwisata dengan penataan tempat wisata.

“Standar protokol kesehatan bisa melawan Covid-19. Makanya, pemerintah daerah telah mengucurkan dana sebesar Rp 480 juta kepada Dinas Parbud untuk penanganan Covid di obyek wisata,” jelas dia.

Bantuan yang diberikan ke obyek wisata untuk menjaga agar tidak menjadi klaster penularan corona, di antaranya 30 wastafel portable, 30 unit thermogun, 30.000 masker, cairan disinfektan sebanyak 320 liter.

Ada juga, bilik disinfektan 18 buah, faceshield 200 buah, cairan hand sanitizer 72 liter, sarung tangan 2500 buah dan baju hazmat 36 buah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Lilis Yuliasih optimis bidang pariwisata di Kabupaten Majalengka akan menjadi lokomotif ekonomi bagi daerah Kabupaten Majalengka.

Tentunya, dengan gotong royong dengan para pelaku destinasi wisata, ekonomi kreatif dan seni budaya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved