Pilkada Kabupaten Sukabumi

Tiga Paslon Daftar Pilkada Kabupaten Sukabumi, Bawaslu: Tak Ada Pelanggaran

Bawaslu Kabupaten Sukabumi melihat tak ada pelanggaran yang terjadi saat tiga paslon mendaftar ke KPU.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Harianto. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memastikan tidak ada pelanggaran pada pendaftaran Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukabumi atau Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Harianto mengatakan, memang sempat ditemukan kerumunan massa pada pendaftaran hari pertama, Jumat (4/9/2020).

"Kalau dalam proses pendaftaran, pertama pas pendaftaran pertama itu terlihat rombongan itu tidak teratur, tapi sudah kami koordinasikan juga dengan KPU, dengan rekan-rekan, supaya protokol kesehatan itu dijaga, sehingga KPU di sini ada perubahan dan perbaikan, masukan dari kami juga diterima," ujar Teguh, Sabtu (5/9/2020).

"Selanjutnya juga, tadi, hari ini (kemarin, Red) ya, juga tadi ada pemasangan bendera di depan. Kami sudah sterilkan, disampaikan kepada Kasat Pol PP di lokasi ini harus disterilkan," katanya.

Teguh menegaskan, tidak ada pelanggaran administratif ataupun pelanggaran lainnya yang dilanggar oleh tiga pasangan calon (Paslon) yang mendaftar ke KPU Kabupaten Sukabumi.

Serta KPU pun dianggap sudah menjalankan aturan pada pendaftaran Pilbup ini dengan baik.

"Kalau imbauan (protokol kesehatan) kami sudah jelaskan, KPU juga menyampaiakan, tapi ini tugas kita bersama. Selanjutnya kami konsentrasikan di tempat pendaftaran," ucapnya.

"Untuk pelanggaran alhamdulilalh tidak ada, untuk kelengkapan berkas tadi juga disampaikan oleh KPU, untuk bahan dasar kelengkapan nanti diperiksa pada saat ada kesimpulan nantinya untuk kelengkapan," ucapnya.

Teguh juga mengingatkan, agar paslon tidak melakukan atau menggunakan fasilitas negara pada masa kampanye nanti.

Serta tidak melakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di tempat-tempat terlarang, salah satunya di tempat fasilitas pendidikan.

"Sudah jelas kan larangan-larangan tersebut seperti halnya penggunaan fasilitas negara tidak boleh itu. Terus pemasangan APK di tempat-tempat yang dilarang, seperti halnya sarana pendidikan, terus rumah sakit, terminal, sarana ibadah, itu tidak boleh," ujarnya.

"Kami kerja sama dengan Satpol PP, kalau ditemukan di lapangan kami akan tertibkan," ujar Teguh.

Fix, Pilkada Kabupaten Sukabumi Kemungkinan Bakal Diikuti 3 Pasangan, Ini Calon yang Sudah Daftar

Semua Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi Sudah Milik 3 Paslon, KPU Tetap Buka Pendaftaran hingga Besok

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved