Breaking News:

Jaksa Pinangki Batasi Pemeriksaan Dirinya sampai Pukul 17:00 WIB

Termasuk membatasi waktu pemeriksaan atas dirinya hanya sampai jam 17.00, dan menentukan waktu pemeriksaan lagi pada minggu depan.

Tribunnews.com/Igman
Jaksa Pinangki tampak mengenakan baju tahanan berwarna merah jambu dan bermasker. Dia juga mengenakan kaca mata berwarna hitam dengan kedua tangannya diborgol. 

OLEH : PETRUS SELESTINUS, Koordinator TPDI & Advokat Peradi

MESKI akhirnya diperiksa juga oleh penyidik Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri 2 September 2020 selama 7 jam di Gedung Bundar, namun tersangka jaksa Pinangki Sirna Malasari, masih menunjukan sikap arogan dan congkak.

Termasuk membatasi waktu pemeriksaan atas dirinya hanya sampai jam 17.00, dan menentukan waktu pemeriksaan lagi pada minggu depan.

Perilaku Pinangki yang demikian, menunjukan Pinangki merupakan jaksa yang selama berkantor di Kejaksaan Agung sering dimanjakan.

Eks Komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) Petrus Selestinus saat diskusi bertajuk Prospek Pemberantasan Korupsi Pasca  Revisi UU KPK di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).
Eks Komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) Petrus Selestinus saat diskusi bertajuk Prospek Pemberantasan Korupsi Pasca Revisi UU KPK di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Ia mendapatkan privillage, hingga dibiarkan bebas terus menerus bepergian ke luar negeri dan menjadi matcomblang untuk Djoko S Tjandra melawan kekuasaan Negara.

Adalah tugas kejaksaan menuntut perkara dan mengeksekusi putusan pidana aatas nama terpidana Djoko S Tjandra, yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Apa yang membuat Pianangki memiliki bargaining position yang membuatnya sombong, meskipun sudah menjadi tersangka, perlu diselidiki.

Kesombongan Pinangki sudah ditunjukkan saat menolak diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri dan didukung Jampidsus.

Sikap, arogan dan congkak melawan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi Djoko S Tjandra, mestinya menjadi perhatian Jaksa Agung agar proaktif.

Serahkan penyidikan Pinangki ke KPK sehingga tidak terkesan ada konflik kepentingan oleh beberapa oknum pejabat Kejaksaan Agung dalam kasus ini.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved