Breaking News:

VIDEO Sumber Mata Air Selama 99 Tahun, Bangunan Tua itu Bernama Tjibadak 1921

Masih berdiri kokoh bangunan tua tepat di bibir tebing perbatasan antara Kampung Cidadap, Ledeng, Bandung dan Jalan Sersan Bajuri

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Masih berdiri kokoh bangunan tua tepat di bibir tebing perbatasan antara Kampung Cidadap, Ledeng, Bandung dan Jalan Sersan Bajuri yang menuju arah Lembang, KBB.

Bangunan tua itu bernama Tjibadak 1921 yang merupakan sumber mata air.

Sumber air itu meskipun konon dibangun sudah ada sejak jaman Belanda, hingga kini masih tetap memasok keperluan air bagi warga di wilayah Bandung.

Ditemui di lokasi, nampak seorang petani bernama Abah Usid (52) sambil membawa bedog sehabis pulang dari kebunnya, sempat menyapa.

Abah Usid pun menceritakan sedikit sejarah yang ia ketahui keberadaan bangunan tua itu yang menyimpan sumber mata air yang hingga kini masih ada.

"Saya warga sini, dari cerita jaman dulu dari para kokolot disini, bangunan ini merupakan sumber mata air yang sudah ada sejak jaman Belanda," ujar Abah Usir dilokasi, Kamis (3/8/2020).

Abah Usid pun mengungkapkan sumber mata air yang berada di dalam bangunan tua itu berasal dari Gunung yang berada belakang bangunan.

"Di dalam bangunan itu, ada pipa besar, yang saya tahu itu ada sumber air yang sangat melimpah, " ungkapnya.

Di lokasi juga, nampak bangunan lain menyimpan sumber air itu untuk disalurkan hingga ke Terminal Ledeng.

Abah Usid pun memperlihatkan kondisi air yang berada di sebuah ruangan penyimpan mata air itu yang nampak sangat jernih.

Bergeser ke lokasi bangunan lainnya, terdapat sebuah tulisan yang isinya pesan yaitu "Sayangi Air Sebelum Air Mata Kita Menangis".

Abah Usid mengatakan keberadaan bangunan itu sudah ada sejak dirinya belum lahir.

Meskipun bangunan Tjibadak ini sudah berumur satu abad, dirinya merasa heran pada saat musim kemarau air tersebut tak pernah habis.

"Mau musim kemarau air disini selalu banyak, banyak juga warga memanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, " ungkapnya.

Namun kini, menurut Abah Usid sumber mata air itu dikelola oleh perusahan air milik daerah.

Di lokasi juga, nampak sebuah plang tak jauh dari bangunan tua itu bertuliskan "Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya DT II Penyadapan Air Cibadak".

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved