Breaking News:

PPh Pasal 21

Tidak Ada Lagi Insentif Pajak Penghasilan untuk Karyawan Mulai Tahun Depan

Sri Mulyani memastikan insentif perpajakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 hanya percepatan pengembalian

KOMPAS/SIGID KURNIAWAN
Menteri Kuangan Sri Mulyani 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21 bagi karyawan hanya berlaku tahun ini saja.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan insentif PPh pasal 21 yang menjadi basis pajak karyawan tidak diberikan lagi di tahun depan.

“Insentif perpajakan kami tetap lakukan. Tetapi PPh pasal 21, PPh pasal 25, PPh 22 impor tidak dilakukan lagi untuk tahun depan,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (2/9/2020).

seperti dilansir dari Kontan, Sri Mulyani memastikan insentif perpajakan yang ada dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 hanya percepatan pengembalian atau restitusi pajak pertambahan nilai (PPN).

Selain itu, ada insentif pajak ditanggung pemerintah (DTP). Tapi, Menkeu belum bilang jenis pajak apa yang akan menggunakan mekanisme DTP. Yang jelas total anggaran insentif pajak untuk dunia usaha dalam program PEN 2020 mempunyai pagu sebesar Rp 20,4 triliun.

Pagu tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan lokasi anggaran insentif di tahun ini senilai Rp 120,61 triliun. Atau hanya sekitar 16,9 persen dari total pagu tahun ini.

Sebagai catatan, tahun ini insentif pajak diberikan dalam bentuk percepatan restitusi PPN, pengurangan angsuran PPh pasal 25, PPh 22 impor DTP, PPh pasal 21 DPT, dan penurunan tarif PPh badan dari 25 menjadi 22 persen. (kontan/yusuf imam santoso)

Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved