Breaking News:

Percepat Penyaluran KUR Kemenkop Kerjasama Dengan Bank BNI Syariah

Untuk mempercepat penyaluran KUR, kali ini ditambah satu penyalur KUR syariah yakni melalui Bank BNI Syariah.

Tribun Jabar/Siti Fatimah
ilustrasi-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat hadir dan berdialog dengan beberapa anggota koperasi, sekaligus penyerahan persetujuan pinjaman/pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk Koperasi Syariah BMT itQan, di Kota Bandung, Sabtu (20/6/2020) sore. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat ini, terdapat 42 penyalur KUR, yang terdiri dari 38 Bank, satu LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank), dan tiga koperasi.

Sedangkan untuk penyalur KUR Syariah baru ada dua, yaitu BRI Syariah dan BPD NTB Syariah. 

Untuk mempercepat penyaluran KUR, kali ini ditambah satu penyalur KUR syariah yakni melalui Bank BNI Syariah.

"Sehingga, BNI Syariah menjadi penyalur KUR Syariah yang ketiga, dengan plafon penyaluran Tahun 2020 telah ditetapkan sebesar Rp700 miliar. Dengan rincian, plafon KUR Mikro sebesar Rp350 miliar dan KUR Kecil Rp350 miliar," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman dalam siara pers Kemenkop dan UKM yang dikutip Tribun, Jumat (4/9/2020).

Hanung berharap, dengan ditandatanganinya PKP ini dapat mendorong percepatan penyaluran KUR. 

Total realisasi penyaluran KUR sampai dengan 30 Juli 2020 sebesar Rp93,53 triliun atau sebesar 53,1% dari target Rp176,22 triliun kepada 2.741.383 debitur. Rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp83,80 triliun (1.833.621 debitur), KUR Kecil/khusus sebesar Rp19,044 triliun (100.816 debitur), dan KUR TKI sebesar Rp 0,267 triliun (9.475 debitur).

Untuk total realisasi subsidi KUR sampai dengan 31 Agustus 2020 (Data Kementerian Koperasi dan UKM) sebesar Rp9,79 triliun atau sebesar 51,78% dari pagu anggaran Rp18,91 triliun. 

Rinciannya, subsidi IJP Rp156 miliar dari pagu Rp178 miliar, subsidi bunga KUR reguler Rp8,31 triliun dari pagu Rp13,77 T triliun, dan tambahan subsidi bunga KUR (Covid-19) Rp1,32 triliun dari pagu Rp4,96 triliun.

Sementara dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM pada 27 Juli 2020 membahas relaksasi kebijakan penyaluran KUR pada masa Covid-19 dan 13 Agustus 2020 membahas usulan skema KUR Super Mikro dan perubahan kebijakan KUR pada masa Covid-19.

"Keputusannya, skema KUR super mikro dengan suku bunga 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dengan plafon maksimal Rp10 juta. KUR ini ditujukan untuk pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha," kataHanung.

OJK Beri Insentif untuk Proyek Kendaraan Bermotor Ramah Lingkungan, Perbankan Diminta Berpartisipasi

Makin Banyak PNS Kota Bandung yang Cerai

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved