Breaking News:

Untuk Asesmen Kompetensi Minimum atau Pengganti UN, Mendikbud Ajukan Anggaran Rp 1,48 Triliun

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menganggarkan Rp 1,48 triliun untuk program kurikulum dan asesmen kompetensi minimum.

Editor: Dedy Herdiana
Dok. Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menganggarkan Rp 1,48 triliun untuk program kurikulum dan asesmen kompetensi minimum.

Asesmen kompetensi minimum menjadi pengganti ujian nasional (UN) dan salah satu kegiatan prioritas dalam program Merdeka Belajar untuk tahun anggaran 2021.

"Kita akan pindah tahun depan ke asesmen kompetensi dan survei karakter," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (3/9/2020).

Ada 22 Perusahaan di Kabupaten Bekasi yang Karyawannya Terpapar Covid-19, Ini Diakui Dinas Kesehatan

"Jadi banyak sekali fokus kita kepada cara mengukur diri kita sendiri sebagai sistem pendidikan dengan standar yang lebih global," tuturnya.

Secara rinci, anggaran tersebut terdiri dari kegiatan pelatihan dan pendampingan kurikulum untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebesar Rp 518,8 miliar, pengembangan kurikulum dan perbukuan sebesar Rp 137,8 miliar, serta implementasi kurikulum pada satuan pendidikan dan daerah sebesar Rp 346,9 miliar.

Kemudian, asesmen kompetensi minimum (AKM) dan akreditasi sebesar Rp 358,2 miliar dan pendampingan pemerintah daerah terkait AKM dan tindak lanjut hasil AKM sebesar Rp 120,2 miliar.

Menurut Nadiem, perubahan sistem ini tidak akan dilalui dengan mudah.

Namun, ia yakin, pemerintah mampu menyediakan infrastruktur memadai bagi sekolah-sekolah.

"Tentu akan ada banyak sekali tantangan dan pembelajaran untuk asesmen yang baru. Tapi Insya Allah dengan dukungan semua kepala dinas, kita akan bisa memastikan infratsruktur siap," ujarnya.

Darren Sidoel, Bek Berdarah Wonosobo yang Kini Bermain di Liga Spanyol, Yakin Masuk Timnas Indonesia

"Pasti tes pertama ini akan ada berbagai tantangan. Tapi itu bukan alasan untuk tidak melakukan perubahan terhadap asesmen nasional kita," imbuh Nadiem.

Kegiatan prioritas Merdeka Belajar yang diajukan Nadiem lainnya, yaitu program pembiayaan pendidikan sebesar Rp 27,26 triliun, program sekolah penggerak dan guru penggerak sebesar Rp 2,68 triliun, dan program pemajuan budaya dan bahasa sebesar Rp 622,6 miliar.

Kemudian, program digitalisasi sekolah sebesar Rp 1,49 triliun, program revitalisasi pendidikan vokasi sebesar Rp 5,20 triliun, dan program kampus merdeka sebesar Rp 4,42 triliun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendikbud Ajukan Anggaran Rp 1,48 Triliun untuk Asesmen Kompetensi Minimum"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved