Selasa, 19 Mei 2026

Bayar Angkot di Sumedang Gak Pakai Duit Kertas Lagi, Pakai Aplikasi Online, Begini Kata Sopir

Sopir angkot mengaku bakal kesulitan saat pertama kali menerapkan pembayaran digital atau online b

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Bayar Angkot di Sumedang Gak Pakai Duit Kertas Lagi, Pakai Aplikasi Online, Begini Kata Sopir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sopir angkot mengaku bakal kesulitan saat pertama kali menerapkan pembayaran digital atau online bagi penumpang melalui aplikasi BJB Digicash yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Pasalnya, tidak semua sopir angkot dan penumpang melek teknologi, sehingga mereka masih perlu bimbingan dari Pemkab Sumedang dalam menerapkan pembayaran digital untuk transportasi umum tersebut.

Sopir angkot 07, Jojo Suharjo (45) mengatakan, jika sudah ada bimbingan dari pemerintah, sopir angkot juga kedepannya pasti bisa dalam menerapkan pembayaran ongkos secara online atau digital.

"Kalau pertama kali pasti ada kesulitan karena memang tidak semua sopir angkot ini melek teknologi," ujarnya saat menghadiri launching pembayaran digital transportasi umum di Gedung Negara, Sumedang, Kamis (3/9/2020).

Cara Mudah Mendapatkan Token Listrik Gratis PLN untuk Bulan September 2020, Bisa Chat via WhatsApp

Kendati demikian, dia mengaku bakal mengikuti inovasi dari Pemkab Sumedang ini karena untuk saat ini sudah masuk zaman modern yang segalanya menggunakan kecanggihan teknologi.

"Kita jangan sampai ketinggalan teknologi, jadi harus bisa dan harus mengikuti zaman serta aturan dari Pemkab Sumedang ini," kata Jojo.

Disisi lain, dirinya juga mendukung adanya inovasi ini karena selama narik penumpang disaat pandemi Covid-19, khawatir adanya penyebaran virus Corona saat transaksi dengan penumpang.

"Jelas khawatir, karena dalam uang itu berapa banyak orang yang pegang, jadi saya kerepotan setiap terima uang harus mencuci tangan," ucapnya.

Sopir angkot 02, Dedi (38) menilai sopir angkot dan penumpang memang bakal kesulitan, tetapi untuk sementara ini penumpang angkot masih tetap bisa membayar ongkos angkot secara tunai.

"Untuk yang tidak punya Android masih bisa bayar tunai, jadi tidak sepenuhnya harus pakai barcode," ucapnya.

Pilkada Indramayu 2020, Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim Daftar Besok, Bakal Ada Kejutan

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, mengatakan, untuk mengatasi kesulitan para sopir angkot tersebut pihaknya meminta organda dan pihak yang lain untuk mengadakan bimbingan.

"Pasti diawal-awal ada kesulitan karena dalam perubahan ini pasti orang ada kendala dulu dan tidak bisa cepat (beradaptasi). Nanti, ada unit layanan khusus untuk mengatasi beberapa kesulitan," katanya.

Sedangkan untuk masyarakat, menurut Dony, nantinya bakal terbiasa sendiri dengan adanya pembataran dengan sistem digital atau online tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved