Breaking News:

Harga Ayam Pejantan di Ciamis Jatuh Hingga Rp 17.000 per Kilogram Hidup

Dengan tingkat harga Rp 17.000 per kg di kandang tersebut, harga ayam pejantan hidup diterima di Jabodetabek di kisaran Rp 20.000 per kg

Istimewa
Peternak ayam Indonesia termasuk dari Ciamis berunjuk rasa sembari membagi-bagikan ayam secara gratis kepada pengguna jalan di depan kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (1/9/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Harga ayam ras pedaging layer jantan (pejantan) di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis pada Agustus lalu masih di kisaran Rp 37.000 per kg hidup (livebird). Namun memasuki awal September ini sudah terjun bebas ke angka Rp 17.000 per kg.

Harga Rp 17.000 itu jauh di bawah biaya pokok produksi (BPP) yakni di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kg.

“Sudah hampir dua minggu ini peternak pejantan di Ciamis mengalami kerugian yang cukup besar,” ujar Koordinator Peternak Ayam Layer Jantan Kerukunan Perunggasan Priangan Timur, H Komar Hermawan, kepada Tribun, Rabu (2/9).

Menurut H. Komar, penurunan harga rata-rata Rp 1.000 tiap hari. Dengan tingkat harga Rp 17.000 per kg di kandang tersebut, harga ayam pejantan hidup diterima di Jabodetabek di kisaran Rp 20.000 per kg.

“Penyebab utama anjloknya harga ayam pejantan ini karena daya serap pasar melemah. Padahal tidak terjadi overstock atau kelebihan pasokan. Stok malah berkurang dari kondisi normal. Tingkat produksi sekarang paling hanya di kisaran 60 sampai 70 persen. Jatuhnya harga karena rendahnya daya serap pasar,” ujar H Komar yang juga pemilik Kawali Poultry Shop (PS) tersebut.

Menurut Sekretaris Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP), Ir H Kuswara Suwarman MBA, menjelang akhir Agustus tidak hanya harga ayam pedaging jenis broiler (BR) yang turun terus menerus, tetapi juga harga ayam layer jantan dan telur.

Penurunan harga ayam BR, pejantan dan telur tersebut tidak hanya terjadi di Ciamis dan Tasikmalaya saja. Tetapi terjadi secara nasional. Anjloknya tersebut katanya membuat para peternak dari sejumlah daerah menggelar unjukrasa di depan Kantor Kementan di Jakarta, Selasa (1/9).

Penulis: Andri M Dani
Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved