Breaking News:

Ayah yang Mencuri Hape Demi Anak Belajar Online Menangis, Istri Menteri ke Garut Beri Bantuan Ponsel

Tangis A (41) pecah, saat menerima bantuan laptop dan ponsel untuk anaknya S (13) dari Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar
A (kanan) menangis seusai menerima bantuan laptop dan ponsel dari istri Menteri Sosial, Grace Juliari Batubara di rumahnya, Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (2/9/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tangis A (41) pecah, saat menerima bantuan laptop dan ponsel untuk anaknya S (13) dari Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara.

A, pria di Kabupaten Garut, merupakan ayah yang mencuri ponsel demi anaknya bisa belajar online.

Kisah A, ayah yang mencur ponsel demi anaknya bisa belajar online, sempat viral dan mengundang banyak simpati dari banyak pihak.

Viral ABG 14 Tahun Asal Cengkareng Dihamili & Diculik Duda, Sang Ibu Ungkap Soal Sosok Mencurigakan

Sejak kisahnya ramai diberitakan, bantuan bagi A, warga Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler yang bekerja serabutan itu terus mengalir.

Ia pun tak menyangka banyak bantuan yang diterimanya.

"Saya sangat bahagia ada bantuan. Terima kasih ke ibu Grace karena sudah memberikan laptop untuk anak saya agar bisa belajar daring," ujar A sambil meneteskan air mata, Rabu (2/9/2020).

S (kerudung hitam) mencoba laptop yang baru diberikan istri Mensos, Grace Juliari Batubara di rumahnya, Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Wanaraja, Rabu (2/9/2020).
S (kerudung hitam) mencoba laptop yang baru diberikan istri Mensos, Grace Juliari Batubara di rumahnya, Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Wanaraja, Rabu (2/9/2020). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

A berharap, bantuan serupa tak hanya diberikan untuk dirinya. Namun bisa diterima orang lain yang senasib seperti ia dan keluarga.

"Alhamdulillah sudah tenang buat anak belajar. Apalagi baru masuk ke SMP. Sedangkan yang besar cuma tamatan SMP, anak paling kecil masih umur 4 tahun," katanya.

Sehari-hari A bekerja jadi buruh pacul. Dengan upah Rp 50 ribu. Ia juga kerap mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved