Breaking News:

Emil: Resesi atau Tidak, Kami Terus Berupaya Tingkatkan Produktivitas

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, mewaspadai resesi dengan merencanakan dan melaksanakan upaya pemulihan ekonomi di Indonesia,

TRIBUN JABAR / AHMAD IMAM BAEHAQI
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, mewaspadai resesi dengan merencanakan dan melaksanakan upaya pemulihan ekonomi di Indonesia, termasuk di Jabar, jauh lebih penting dibandingkan dengan hanya memperdebatkan apakah Indonesia akan masuk jurang resesi atau tidak pada kuartal ketiga tahun ini.

“Saya sih masih menunggu kabar resmi ya. Misalkan besok disebut resesi, ya disebut resesi atau tidak resesi, kerja kami tidak berubah. Kami akan terus mencari upaya-upaya meningkatkan produktivitas. Salah satunya kan daya beli, makanya bantuan tunai yang buat gaji di bawah berapa Rp 5 juta itu, untuk UMKM berapa triliun rupiah di BJB, lagi kami dorong,” katanya saat ditemui di Gedung Pakuan, Selasa (1/9/2020).

Upaya-upaya pemulihan ekonomi ini, katanya, tidak akan berkurang kecepatannya walaupun Indonesia disebut mengalami resesi, atau dinyatakan produk domestik bruto (GDP)-nya menurun ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif dalam dua kuartal dalam setahun.

“Jadi bagi saya pribadi, memaknai resesi sebagai sebuah statistik yang yang harus diwaspadai, tapi tidak mengubah semangat kami untuk terus mencoba berupaya menaikkan ekonomi,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Menurut Emil, contohnya belanja pemerintah akan meningkat menjelang akhir tahun ini karena biasanya aktivitas pembayaran proyek pembangunan dilakukan di akhir tahun. Sedangkan selama ini, sebagian besar baru berupa belanja barang yang memang jumlahnya lebih kecil.

“Mayoritasnya kan ada di bayar kontraktor atau apa. Infrastruktur itu memang paling besar dan ternyata memang numpuknya di akhir tahun. Itulah kenapa kita kelihatannya lompatnya di akhir tahun,” katanya.

Emil mengatakan, sebelumnya menggelar rapat dengan Presiden RI melalui video konferensi. Presiden mengarahkan kepala daerah untuk meningkatkan kualitas pemulihan ekonomi secara maksimal. “Harapannya, mudah-mudahan tiga atau satu bulan ya, untuk caturwulan ketiga ini, harapannya tidak ada resesi. Tapi kalaupun ada, kita hadapi sama-sama. Dan hasil prediksi semoga benar, akhir tahun sih kita bisa positif (pertumbuhan ekonominya) walaupun angkanya tidak besar,” ucap Emil.

Di Jabar pun, katanya, investasi terus mengalir. Di antaranya Oktober 2020 akan dilaksanakan ground breaking salah satu kota baru di kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Kota baru ini akan menjadi salah satu kota baru di kawasan segitiga strategis di Jabar tersebut.

“November peresmian Pelabuhan Patimban. Mudah-mudahan memberikan pesan bahwa Jabar sudah siap dengan ekonomi, walaupun ada klaster di industri itu, akan kami telusuri dan kami lokalisir,” katanya.

Sebelumnya, Emil mengatakan dalam kurun enam bulan, pada semester 1 tahun 2020, ternyata investasi yang masuk ke Jabar tidak berkurang, yakni Rp 57,9 triliun. Angka ini menjadikan Jabar sebagai peringkat nomor 1 di Indonesia dalam hal investasi. Hal ini menjadikan Jabar destinasi utama dari seluruh dunia ke Indonesia di atas provinsi-provinsi lainnya. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved