Breaking News:

Jabar Kembali Alami Deflasi, Angkanya Lebih Besar dari Nasional

, dari hasil pemantauan harga barang dan jasa selama Agustus 2020 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan serta penurunan harga dan memberikan

Laporan wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR, BANDUNG - Pada Agustus 2020 Jabar mengalami deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat dari indeks harga konsumen atau IHK Gabungan Jabar yang meliputi 7 kota, yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya, mengalami penurunan.

IHK dari 105,91 pada Juli 2020 menjadi 105,83 di Agustus 2020, dengan demikian terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan angka deflasi nasional, yakni 0, 05 persen.

“Dari tujuh kota pantauan IHK di Jabar pada Agustus 2020 semuanya mengalami deflasi,” kata Kepala BPS Jabar, Dyah Anugrah Kuswardani, pada saat pemaparan inflasi/deflasi Jabar secara virtual, Selasa (1/9/2020).

Dyah mengatakan, dari hasil pemantauan harga barang dan jasa selama Agustus 2020 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan serta penurunan harga dan memberikan andil inflasi dan deflasi cukup siginifikan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, tarif sekolah menengah atas, tarif sekolah dasar, tarif perguruan tinggi, makanan ringan, tarif sekolah menengah pertama, petai, jus buah, martabak, semangka, melon, dan bumbu siap saji.

Komoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, pepaya, beras, tomat, cabai merah, anggur, udang basah, pisang, apel, dan ketimun.

Dari data BPS pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 104,90. Dari 90 kota IHK, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 102,48 dan terendah terjadi di Sibolga, Tembilahan, Bekasi, dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,05, 105,06, 106,97, dan 103,49.

Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 107,53 dan terendah terjadi di Batam, Kediri, dan Kotamobagu masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar103,24, 104,51, dan 105,93. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved