Terpopuler

TERPOPULER Daftar Kota/Kabupaten Zona Merah di Jabar, Pengakuan Ridwan Kamil Setelah Disuntik Vaksin

Beberapa berita terpopuler di Jawa Barat, beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat masih zona merah dan beresiko tinggi penyebaran Covid-19 hingga pengak

Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Twitter/Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tunjukan tanda setelah disuntik vaksin Covid-19. 

Sidoarjo

9. Jawa Tengah

Kudus

Kendal

10. Jawa Barat

Kota Bogor

11. DKI Jakarta

Jakarta Selatan

Jakarta Utara

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Jakarta Timur

12. Aceh

Aceh Besar

Indikator

Ada beberapa indikator yang digunakan untuk menghitung status zona risiko Covid-19 di Indonesia, yaitu: epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. 

 Mengenai Data Kasus Covid-19 yang Diduga Tak Sesuai, Ini Kata Satgas Covid-19

 Juru Rias Pengantin di Cimerak Pangandaran Juga Terkena Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar 32 Daerah di Indonesia yang Berstatus Risiko Tinggi Covid-19".

Pengakuan Ridwan Kamil Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan merasakan rasa kantuk dan lapar yang lebih dari biasanya.

Hal tersebut dikatakannya melalui postingan akun pribadi instagramnya. ( Kang Emil mengaku ingin makan banyak dan ngantuk berat )

"Tubuh saya sekarang secara resmi mengandung virus Covid-19 yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Selama 5 menit pegal, cenat-cenut dan mati rasa agak terasa di sepanjang tangan kiri. Namun setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasanya," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini melalui postingan akun instagram @ridwankamil, Jumat (28/8) petang.

Emil mengatakan penyuntikan percobaan vaksin Covid-19 ini, katanya, dilakukan melalui lengan kirinya dan dilakukan hari itu di Puskesmas Garuda, Kota Bandung.

"Doakan semoga pasukan antibodi akan muncul setelah vaksinasi ini, sehingga jika virus aktif benerannya suatu hari hadir, maka tubuh ini bisa melawannya dengan maksimal," katanya.

Setiap hari, kata Emil, kondisi tubuhnya akan dilaporkan melalui kertas rapor kepada tim peneliti uji klinis vaksin Covid-19. Dirinya berharap tidak ada efek samping atau hal-hal yang kurang baik terjadi pada tubuhnya.

"Saya harus melakukan 3 kunjungan lagi dan satu kali penyuntikan vaksin lagi. Mari doakan semoga proses ini dilancarkan, agar pandemi ini bisa berakhir dengan baik dan tuntas. Dan masyarakat bisa tenang. Aamiin," katanya.

Emil pun bercerita saat istrinya, Atalia Praratya, menanyakan kondisinya setelah diberi vaksin tersebut.

"Bu @ataliapr tanya, apa punya dampak pada nafsu makan atau rasa kepengen sesuatu? Saya jawab, gara-gara vaksin ini tiba-tiba saya kepengen makan banyak dan kepengen beli motor bober," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menjalani penyuntikan sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8).

Selama dua jam, dari pukul 13.00 sampai 15.00, keempat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat ini menjalani serangkaian pemeriksaan, pengetesan, penyuntikan, dan evaluasi reaksi penyuntikan. Mereka disuntik di lengan kiri, kecuali Kapolda Jabar yang disuntik di lengan sebelah kanan.

Gubernur Jabar yang akrab disapa Emil ini mengatakan mereka berempat menjalani banyak prosedur, dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah dan kondisi tubuh, rapid test, penyuntikan, kemudian menunggu reaksi penyuntikan selama 30 menit. Keempatnya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test dan akhirnya menjalani prosedur penyuntikan.

"Setelah disuntik, testimoni pribadi saya, agak pegal-pegal ya, agak nyut-nyutan selama lima menit. Tapi kalau beliau-beliau (Pangdam Kapolda dan Kajati) mungkin lebih kuat, ternyata tidak ada hal yang sama, tetapi yang saya berlangsung kurang lebih hanya lima menit. Setelah itu semua terlihat normal yang walaupun ada sedikit baal (kebas) sebelah kiri," kata Emil seusai penyuntikan tersebut.

Semua perkembangan selanjutnya, katanya, akan selalu dicatat dan dilaporkan kepada tim penguji vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Vaksin ini sendiri berasal dari Sinovac Biotech Tiongkok dan telah melalui pengujian vase pertama dan kedua di negara asalnya.

"Memang ini secara umum seperti kita divaksin waktu kecil lah ya, mungkin rasanya hanya 10 sampai 30 menit pertama terasa. Berikut-berikutnya ini yang saya belum bisa prediksi."

"Tapi feeling kami sih optimistis tidak banyak masalah, karena laporan dari selama ini juga yang sudah-sudah di minggu-minggu sebelumnya, tidak ada indikasi-indikasi yang mengkhawatirkan," katanya.

Emil mengatakan setelah 30 menit berlalu, semuanya kembali normal, dilakukan pengecekan fisik dan suhu kembali, dan baru dibolehkan meninggalkan puskesmas.

Selama 14 hari ke depan mereka diberi selembar kartu untuk mencatatkan kondisi fisik dan suhu secara rutin.

"Kemudian nanti bertemu lagi di 14 hari dari sekarang, dan kami akan mendapatkan penyuntikan yang kedua kali, karena memang tipe vaksin ini harus dua kali ya. Setelah itu kita akan melakukan proses pengecekan harian lagi sampai ujung-ujungnya disimpulkan imunitas kami ini naik, apa tetap saja atau bagaimana," katanya.

Dari hasil evaluasi ini, barulah disimpulkan apakah vaksin tersebut bisa diproduksi massal dan dinyatakan aman serta efektif mencegah Covid-19 untuk diberikan kepada masyarakat umum di Indonesia.

"Selama proses, kegiatan harian kami diimbau untuk tidak banyak melakukan aktivitas keluar wilayah yang pada saat nanti dibutuhkan untuk konsultasi atau dipanggil oleh tim peneliti, kita harus siap sedia. Itulah alasan kenapa memang para relawan itu rata-rata domisilinya di Bandung Raya, bukan di tempat lain, semata-mata untuk memudahkan pengaksesan," katanya.

Emil memohon doa kepada masyarakat agar semua proses berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan nanti malam, besok, dan seterusnya, katanya, juga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Itulah kenapa kami untuk mengurangi kekhawatiran, kami datang berempat. Jadinya Empat Sekawan, jadi semua saling mendoakan. Kami mewakili militer, mewakili kepolisian, aparat hukum, dan saya dari wakil pemerintah dan ASN. Kita saling menguatkan," ujarnya. (Sam)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved