Breaking News:

Bigreds Indonesia Berawal dari Bandung, Anggotanya Bertambah Saat Liverpool Jeblok

Menurut Ketua Bigreds Regional Bandung, Irfan Sidik (29), saat ini anggota komunitas fan Liverpool itu mencapai 18.000

Istimewa
Bigreds Regional Bandung mengadakan nobar final Liga Champions 2019, Liverpool melawan Tottenham Hotspurs, di Stadion Siliwangi, 2 Juni 2019. Anggota yang datang mencapai 8.000 orang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bigreds adalah fan klub sepak bola Liga Inggris, Liverpool. Bigreds bermarkas di Jakarta dan memiliki perwakilan di 52 wilayah di seluruh Indonesia, termasuk di Bandung.

Komunitas ini berdiri pada 1999 di Bandung kemudian pindah ke Jakarta pada 2006.  Menurut Ketua Bigreds Regional Bandung, Irfan Sidik (29), saat ini anggota Bigreds mencapai 18.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Data terakhir anggota yang bergabung di regional Bandung ada 1.300 orang," kata Irfan saat berkunjung ke Studio Tribun Jabar di Jalan Sekelimus Utara 2-4, Kamis (27/8/2020).

Namun, kata Irfan, untuk menghitung anggota Bigreds yang aktif susah karena yang aktifnya biasanya pengurus. Menurutnya, saat ini, pengurus Bigreds Regional Bandung ada 23 orang.

Fan Liverpool bisa jadi yang terbesar di Bandung, ucap Irfan, kalau parameternya orang yang datang ke event.

"Kami sering mengadakan nobar (nonton bareng), paling sedikit yang datang itu 2.000 orang. Angka itu termasuk besar," katanya.

Bigreds Regional Bandung mengadakan nobar final Liga Champions 2019, Liverpool melawan Tottenham Hotspurs, di Stadion Siliwangi, 2 Juni 2019. Anggota yang datang mencapai 8.000 orang.
Bigreds Regional Bandung mengadakan nobar final Liga Champions 2019, Liverpool melawan Tottenham Hotspurs, di Stadion Siliwangi, 2 Juni 2019. Anggota yang datang mencapai 8.000 orang. (Istimewa)

Jelang Arsenal vs Liverpool di Community Shield, Mikel Arteta Singgung Kontrak Pemain

Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Liverpool di Community Shield Besok, The Reds Tanpa Sang Kapten

Bahkan, katanya, ketika Bigreds Regional Bandung mengadakan nobar final Liga Champions 2019, Liverpool melawan Tottenham Hotspurs, di Stadion Siliwangi, 2 Juni 2019, yang datang mencapai 8.000 orang.

Irfan mengatakan, anggota Bigreds itu terus bertambah saat Liverpool justru sedang terpuruk. Sebelum era Brendan Rodgers, katanya atmosfernya lebih jauh baik dari sekarang.

"Malah saat Liverpool juara, yang berminat jadi anggota biasa saja. Periode 2012 sampai 2015 itu periode paling kencang penerimaan anggota. Pada 2016-2019 itu landai. Memang tiap periode itu beda segmennya," katanya.

Irfan berpendapat, hal tersebut bisa terjadi karena pada 2013, Liverpool datang ke Indonesia. Penawaran diskon tiket menonton Liverpool, kata Irfan, menarik fan Liverpool untuk bergabung dengan Bigreds.

Selain itu, kata Irfan faktor kampus. Pada waktu itu, katanya, ada basis fan Liverpool, seperti di Unikom, Telkom, UPI.

"Di Unikom misalnya ada LFC Unikom. Nah, sekarang itu nggak ada regeneresi, nyaris nggak ada," kata mahasiswa Unikom ini.

Untuk sekarang, menurut Irfan, Bigreds belum membuka pendaftaran anggota baru. Bigreds, kata Irfan, menunggu situasi dulu.

"Saya, sih, baru menarik kepengurusan baru. Kemarin tuh yang berminat jadi penguru itu 53 yang lolos hanya empat orang," katanya.

Big Reds langsung berafiliasi ke Liverpool. Untuk pendaftaran masih di Bigreds Pusat Jakarta. Pendaftarannya melalui laman Bigreds. (januar ph)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved