Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

VIDEO-Jadi Calon Wakil Bupati Indramayu dan Karawang, Ini Komentar Artis Lucky Hakim dan Adly Fairuz

Lucky Hakim dan Adly Fairuz resmi akan diusung dalam Pilkada di Indramayu dan Karawang. Ini komentar mereka.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Teguh Kurnia

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majunya sejumlah sosok publik figur untuk menjadi kepala daerah, kerap dipandang sebelah mata dan dianggap hanya sebagai pemanis belaka, guna meraup perolehan suara masyarakat dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam Pilkada Serentak 2020 di Jawa Barat, terdapat empat artis peran dan seorang atlet sepakbola yang akan bertarung menjadi wakil bupati di tiga kabupaten penyelenggara Pilkada 2020 yaitu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Karawang.

Menanggapi hal tersebut, bakal calon wakil bupati Indramayu, Lucky Hakim tidak memungkiri masih adanya persepsi tersebut di benak masyarakat terhadap sosok calon kepala daerah berlatarbelakang profesi sebagai artis sekaligus politisi, karena melihat rekam jejak popularitasnya.

Namun demikian menurutnya, bukan berarti sosok artis tidak boleh memiliki keinginan untuk dapat mengabdi dan berkontribusi bagi bangsa, negara, dan masyarakat yang akan dipimpinnya kelak.

"Memang benar penilaian sebagian masyarakat masih ada yang melihat seseorang berprofesi artis bukan sosok yang tepat untuk menjadi calon kepala daerah, tapi bukankah dalam amanat Undang-undang 1945 menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara juga menjadi pelayanan bagi masyarakat yang dipimpinnya," ujar Lucky Hakim seusai kegiatan pengumuman calon kepala daerah tingkat dua PDI Perjuangan gelombang IV di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jumat (28/8/2020).

Selain itu menurutnya, jangan dikarenakan rekam jejak dan popularitas dari beberapa sosok artis sebelumnya yang kemudian berhasil menjadi kepala daerah, tapi ternyata kinerjanya tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat, maka seluruh artis dianggap sama atau dipukul rata.

Sebab, setiap individu apapun latar belakang profesinya memiliki kemampuan dan kualitas yang berbeda-beda di mana pun ditempatkan, termasuk sebagai kepala daerah.

"Jadi jangan dipukul rata karena melihat kinerja masa lalu dari sosok kepala daerah berlatar belakang artis yang seandainya belum mampu atau tidak berkenan dengan keinginan masyarakat. Maka saya rasa, kembali ke individu sosoknya masing-masing dari calon kepala daerah yang sebelumnya merupakan artis. Apalagi di belahan dunia manapun termasuk di Indonesia, sudah banyak sosok pemimpin yang berawal karier sebagai artis dan ternyata mampu menjadi pemimpin yang ideal dan dicintai rakyatnya, sebut saja seperti Pak Rano Karno, Dedi Mizwar, dan lainnya," ucapnya.

Lucky menambahkan, bagaimana pun popularitas sebagai seorang publik figur merupakan bagian modal dari setengah perjalanan sebelum keterpilihan menjadi kepala daerah, karena masyarakat harus mengenal siapa calon pemimpinnya.

Bakal calon wakil bupati Indramayu periode 2020-2025, Lucky Hakim.
Bakal calon wakil bupati Indramayu periode 2020-2025, Lucky Hakim. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Namun, Ia mengingatkan masih ada setengah perjalanan sisanya yang perlu diraih dengan upaya dan kerja keras yaitu, elektabilitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved