Breaking News:

Vaksin Covid-19 Nantinya Tidak Semua Gratis, Ada Warga yang Harus Bayar, Ini Penjelasan Erick Thohir

Vaksin Covid-19 yang sekarang ini masih dalam tahap uji klinis, ternyata tidak akan seluruh hasilnya dibagikan gratis bagi masyarakat Indonesia.

Tribun Jabar/Siti Fatimah
Menteri BUMN RI sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengadakan kunjungan ke Bio Farma, Selasa (4/8/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -  Vaksin Covid-19 yang sekarang ini masih dalam tahap uji klinis, ternyata tidak akan seluruh hasilnya dibagikan gratis bagi masyarakat Indonesia.

Erick Thohir sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengatakan, pemerintah telah menyiapkan rencana program pemberian vaksin Covid-19 pada 2021.

Dikutip Tribunjabar.id dari Kompas.com, Erick Thohir menjelaskan, bahwa pemerintah akan menyelenggarakan vaksin gratis menggunakan data BPJS Kesehatan.

"Vaksin bantuan pemerintah di mana melalui bujet APBN dan data BPJS Kesehatan, nanti ada istilahnya vaksin gratis secara massal yang diharapkan di awal tahun depan (2021)," kata Erick dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020).

Namun, Erick mengatakan, vaksin subsidi pemerintah tidak tersedia untuk semua masyarakat.

Sebab, saat ini kondisi keuangan negara disebut terus mengalami penurunan.

15 Juta Orang Indonesia Bisa Divaksin Covid-19 pada Akhir Tahun Ini, Syaratnya . . .

Rusia Tawarkan Vaksin Corona Sputnik V ke Indonesia, Siap Uji Klinis di Tanah Air

Masyarakat yang terdata di BPJS Kesehatan pun tidak seluruhnya mendapatkan layanan vaksin gratis.

"Kami mengusulkan bila memungkinkan untuk masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu," ujar Erick.

"Jadi yang terdata di BPJS Kesehatan (bisa dapat), tapi dengan tingkat daya beli berapa harus mandiri (bayar). Ini upaya kita juga untuk menekan upaya cashflow pemerintah," tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah menjalin kerja sama dengan G42, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), dan Sinovac, perusahaan asal China, dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Ridwan Kamil cs Hari Ini Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Baru Dicek Berat dan Tinggi Badan

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved