Breaking News:

Seorang WNI Ditembak, Menlu Retno Minta Otoritas Malaysia Lakukan Investigasi secara Transparan

Menlu Retno Marsudi meminta otoritas Malaysia melakukan investigasi secara transparan terkait kasus penembakan warga negara Indonesia ( WNI) di Johor

Editor: Dedy Herdiana
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri, Selasa (18/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri ( Menlu) Retno Marsudi meminta otoritas Malaysia melakukan investigasi secara transparan terkait kasus penembakan warga negara Indonesia ( WNI) di Johor, Malaysia.

Dikutip Tribunjabar.id dari Kompas.com, WNI tersebut ditembak karena diduga bertindak agresif saat diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Kita telah meminta agar investigasi terhadap peristiwa penembakan dilakukan secara transparan," kata Retno melalui telekonferensi, Kamis (27/8/2020).

Retno mengatakan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru menerima informasi dari APMM mengenai penyelundupan burung murai batu dan murai kampung yang diduga dilakukan tiga WNI.

Cuitan Rektor UNY Viral, Ungkap Ada Mahasiswa Bohongi Orangtua soal UKT

Berdasarkan penjelasan APMM, kejadian berawal dari penangkapan terhadap satu perahu yang diawaki oleh dua warga negara Malaysia yang mengaku sedang menunggu perahu dari Indonesia untuk transfer paket burung tersebut.

Kemudian satu perahu yang diawaki tiga orang WNI, dihentikan petugas APMM.

"Saya ulangi menurut keterangan APMM, satu orang WNI bertindak agresif dan melakukan perlawanan serta berusaha merebut senjata petugas," ujarnya.

Karena ada WNI yang bertindak agresif, lanjut Retno, petugas APMM bereaksi dan menembak WNI tersebut hingga meninggal dunia.

ICW Desak KPK Ambil Alih Penanganan Kasus Dugaan Suap Jaksa Pinangki, Begini Alasannya

Ia pun menegaskan, KJRI Johor Baru akan terus meminta penjelasan lebih lanjut pada otoritas Malaysia.

"KJRI Johor Bahru akan terus meminta penjelasan lebih lanjut dan hasil investigasi otoritas Malaysia, mengenai kejadian tersebut," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved