Selasa, 28 April 2026

Peminat Masoem University Tetap Banyak, Pendaftaran Mahasiswa Baru Dibuka Hingga Akhir September

Tak ada penurunan signifikan jumlah calon mahasiswa yang berminat kuliah di Ma'soem University di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Tiah SM | Editor: Giri
(ist)
MA'SOEM University 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak ada penurunan signifikan jumlah calon mahasiswa yang berminat kuliah di Ma'soem University di tengah pandemi Covid-19. Hingga hari ini, Kamis (27/8/2020), tercatat 300 orang yang mendaftkarkan untuk mengikuti seleks masuk Ma'soem University.

"Penerimaan mahasiswa baru tahun angkatan 2020/2021 walau di tengah pandemi, penurunan tak signifikan, hanya sekitar 10 persen. Tapi kan masa penerimaan sampai akhir September. Mudah-mudahan bisa lebih dari tahun lalu," ujar Humas Ma'soem University Divisi Promosi, Bambang Irawan, di Kampus Ma'soem University, Kamis (27/8/2020).

Bambang mengatakan, Ma'soem University diresmikan April 2019, sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Komputer (STKom) Al Ma'soem & Sekolah Tinggi Perbankan Syariah (STIBanks) Al Ma'soem.

"Kami melakukan penggabunganan ditambah beberapa prodi lain sehingga genap 10 prodi," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan STKom dan STIBanks sudah menelurkan ribuan sarjana sejak tahun 1997 .

"Lulusannya sudah banyak yang bekerja di berbagai perusahaan bahkan menjadi
direktur di Perusahaan Al Ma'soem dan jadi pengusaha cukup banyak, namun masih di tahap regional," ujar Bambang.

Ma’soem University, sebagaimana universitas pada umumnya, memiliki gedung perkuliahan untuk kegiatan belajar-mengajar, masjid, perpustakaan, area parkir luas, dan juga tersedia banyak fasilitas olahraga. Di Ma’soem University memiliki gelanggang renang, lapangan sepak bola, lapangan futsal, dan lapangan basket.

Ma'soem University memiliki asrama untuk memberikan tempat penunjang fasilitas akademik bagi para mahasiswa tempat tinggal sementara.

Menurut Bambang, selama pandemi, kegiatan belajar terus berjalan melalui daring.

"Kebetulan kami sedang mengembangkan metode kuliah e-learning, lalu ada pandemi. Jadi infrastruktur sudah mendukung, sehingga tidak terlalu kaget dengan kuliah online," ujar Bambang.

Menurut Bambang, kuliah online mulai bulan Maret. Begitu juga kuliah mahasiswa baru kemungkinan pembelajarannya akan banyak daring.

"Sempat ada wancana dari pemerintah kalau kampus di zona kuning mulai diperbolehkan kuliah tatap muka. Jadi kemungkinan semester depan akan dipadukan kuliah online dan offline," ujar Bambang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved