Breaking News:

Menlu Prancis Sebut Lebanon Terancam Hilang

Dampak dari ledakan di Beirut, yang disebabkan amonium nitrat tersebut, Perdana Menteri Hassan Diab beserta jajaran kabinetnya mengundurkan diri

AFP
Presiden Perancis, Emmanuel Macron 

MENTERI Luar Negeri Prancis Jean Yves Le-Drian mengatakan Lebanon "terancam menghilang" kecuali pemerintah setempat melakukan reformasi di bawah pemerintahan baru. Le-Drian mengatakan hal itu menjelang kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Beirut pekan depan, guna mendorong rekonstruksi setelah ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut.

"Risiko yang dihadapi adalah Lebanon bisa menghilang,” kata Le-Drian kepada radio RTL dikutip AFP, Kamis (27/8).

Menteri berusia 73 tahun itu menyatakan negara itu tidak bisa aktif dan mereka butuh penanganan darurat secepatnya.

"Presiden mengatakan dengan jelas saat berkunjung ke Beirut pada 6 Agustus. Beliau akan menekankan lagi dalam kunjungan pekan depan," kata Le-Dian.

Kantor Kepresidenan Prancis menyatakan Macron tidak hanya menyerukan rekonstruksi tapi juga mengapungkan isu politik di tengah pencarian pemerintahan baru.

Macron berkunjung ke Beirut dua hari setelah ledakan dahsyat mengguncang bagian pelabuhan ibu kota Lebanon itu, yang membunuh 191 orang dan melukai ribuan orang.

Pada 9 Agustus dia mengetuai konferensi video berisi para pemimpin dunia yang menjanjikan bantuan 250 juta euro (Rp 4,3 triliun) untuk Lebanon. Menurut Le Drian, negara itu berada di ujung jurang. "Pemerintahan baru harus segera dibentuk. Ada kondisi darurat kemanusiaan dan kesehatan di sana," katanya.

Dampak dari ledakan di Beirut, yang disebabkan amonium nitrat tersebut, Perdana Menteri Hassan Diab beserta jajaran kabinetnya mengundurkan diri.***

Editor: Deni Ahmad Fajar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved