Breaking News:

Lestarikan Tradisi Ngaruat, Warga Gunung Putri Lembang Lakukan Ritual Penyembelihan Kambing

Di lokasi, saat melakukan tradisi tumbal tumbal dilakukan dengan menyembelih dua ekor kambing, kemudian kepala hewan tersebut ditanam ke dalam tanah.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Warga di Kampung Gunung Putri, Desa Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung setiap tahunnya memiliki tradisi tumbal yang menjadi bagian dari ritual ngaruat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Warga di Kampung Gunung Putri, Desa Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung setiap tahunnya memiliki tradisi tumbal yang menjadi bagian dari ritual ngaruat.

Tradisi tumbal ini dilakukan dengan cara menyembelih hewan kambing.

Acara ngaruat ini dilakukan di dua lokasi yakni di sekitar Gunung Putri dan di lembahan Gunung Geulis.

Tradisi ini dilakukan masyarakat merupakan sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh dan melestarikan tradisi warisan leluhur.

Keluarga Miskin yang Berhasil Usahanya, Diwisuda di Hotel Bintang Lima, Tukang Bubur hingga Petani

"Tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap karuhun atau sesepuh yang sudah dilakukan setiap tahunnya disini, " ujar Eman (80) seorang kokolot di Kampung Gunung Putri di lokasi, Kamis (27/8/2020).

Di lokasi, saat melakukan tradisi tumbal tumbal dilakukan dengan menyembelih dua ekor kambing, kemudian kepala hewan tersebut ditanam ke dalam tanah.

Menurut Eman, pada tahun sekitar 70 an, Gunung Geulis yang berada di kawasan atau blok Gunung Putri itu akan terjadi sebuah longsor yang membuat tanah itu merekah menjadi dua, namun saat para sesepuh disana melakukan tradisi tersebut, kejadian itu atas seizin Pencipta tak kunjung urung terjadi.

"Saya pada waktu itu ikut menjadi saksi juga, di dekat puncak gunung Geulis di lembahan gunung itu bade longsor seperti terbelah," ujar Eman sambil menunjukkan lokasi waktu kejadian itu.

Bergabung dalam Latihan Persib Bandung untuk Pertama Kali, Ini yang Dirasakan Ravil Shandyka

Sementara itu, tokoh pemuda dan masyarakat Kampung Gunung Putri Adi Sutriatna (40) mengungkapkan tradisi yang sudah menjadi kegiatan turun temurun bagi masyarakat Kampung Gunung Putri ini sebagai jati diri warga setempat dan melestarikan budaya dan adat leluhur.

"Ritual ini lebih ke budaya adat di daerah sini tujuan melestatikan kebudayaan, kedua mempererat silahturahmi, " ujarnya.

Selain melakukan tradisi penyembelihan hewan kambing, warga menyantap hasil bumi buah-buahan seperti nanas, kelapa serta syukuran memakan tumpeng.

Selain itu, menurut pengelola kawasan wisata Gunung Putri, pihak Perhutani KPH Bandung Utara tak keberatan warga tetap menggelar ritual tahunan yang sudah menjadi tradisi bagi warga sekitar.

"Tradisi ini kan sudah ada sejak dulu sebelum kami mengelola kawasan wisata ini. Selama positif tentu kami akan mendukung dan kedepannya akan kami coba jadikan wisata adat yang rutin dilakukan bagi pengunjung," katanya. 

Bergabung dalam Latihan Persib Bandung untuk Pertama Kali, Ini yang Dirasakan Ravil Shandyka

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved