Breaking News:

Rencana Naturalisasi PSSI Dikritik, Buat Apa Ada Pembinaan dan Ganggu Mental Pemain Muda

Salah satu caranya yaitu dengan melakukan nasionalisasi atau naturalisasi pemain muda yang memiliki usia emas.

Editor: Ravianto
media persija jakarta
Bek Persija Jakarta, Otavio Dutra (tengah) menjalani latihan didampingi dua pemain seleksi Thiago Apolina Pereira (kanan) dan Maike Henrique Irine De Lima (kiri) di Lapangan PSAU TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (media persija) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pelatih Persija Jakarta U-20 Elite Pro Academy (EPA), Washiyatul Akmal sangat tidak setuju dengan rencana PSSI yang akan melakukan naturalisasi kepada beberapa Pemain Brasil.

Kabar tersebut ramai diperbincangkan publik sepak bola di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Rencana PSSI melakukan naturalisasi terungkap dari presentasi yang dilakukan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam sebuah webinar dengan salah satu media beberapa waktu lalu.

Iriawan memaparkan cara-cara luar biasa yang akan dilakukan agar bisa meraih kesuksesan pada saat berlaga di Piala Dunia U-20 2021.

Salah satu caranya yaitu dengan melakukan nasionalisasi atau naturalisasi pemain muda yang memiliki usia emas.

"Kita akan melakukan ‘cara-cara luar biasa’ untuk meraih sukses prestasi pada Piala Dunia U-20 2021. Termasuk dimungkinkan untuk melakukan nasionalisasi atau naturalisasi pemain usia emas sebagai pesepak bola,” tulis pemaparan dari PSSI.

Kabar beredar, akan ada lima Pemain Brasil yang akan dinaturalisasi oleh PSSI.

Hal itu dilakukan untuk membantu Timnas Indonesia pada saat berlaga di ajang Piala Dunia U-20 2021.

Akmal dengan tegas menolak dan tidak setuju dengan rencana melakukan naturalisasi pemain asal Brasil.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved