Breaking News:

Polemik Pewaris Takhta Keraton Kasepuhan, Wali Kota Cirebon Minta Semua Pihak Menahan Diri

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, meminta semua pihak yang terlibat dalam polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Keluarga besar Kesultanan Cirebon saat menyampaikan pernyataan sikap mengenai penobatan Sultan Keraton Kasepuhan di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, meminta semua pihak yang terlibat dalam polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan untuk menahan diri.

Azis meminta langsung pihak-pihak yang mengklaim sebagai pewaris takhta setelah mangkatnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, beberapa waktu lalu.

Adapun pihak yang mengklaim "lebih berhak" mewarisi takhta Keraton Kasepuhan selain putra mahkota, PRA Luqman Zulkaedin ialah Raharjo Djali yang mengaku sebagai cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat, dan Ketua Umum Santana Kasultanan Cirebon, Pangeran Kuda Putih atau Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja.

"Saya bersama Forkompimda Kota Cirebon mengundang tiga pihak tersebut, dan alhamdulillah semuanya hadir," kata Nasrudin Azis saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (26/8/2020).

Rakor di Karawang, KPU Jabar Minta Pimpinan Parpol Paham Syarat Pencalonan dan Syarat Calon

Ia mengatakan, pertemuan tertutup itu berlangsung di Makodim 0614/Kota Cirebon, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, dan dihadiri langsung Kapolres Cirebon Kota, Dandim 0614/Kota Cirebon, serta Kajari Kota Cirebon.

Menurut Azis, pertemuan tersebut merupakan upaya untuk mendamaikan ketiga belah pihak yang berbeda kepentingan tersebut.

Dalam pertemuan itu, ia juga mendengarkan langsung keterangan yang disampaikan Luqman, Raharjo, dan Heru.

Azis menilai ketiganya mempunyai tujuan yang sama, yakni ingin menata Keraton Kasepuhan menjadi lebih baik lagi.

"Semuanya punya niat dan tujuan baik, sehingga kami arahkan untuk dilakukan secara baik-baik agar hasilnya juga baik," ujar Nasrudin Azis.

Karenanya, Azis meminta ketiganya untuk menahan diri, khususnya saat penobatan atau jumenengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV pada Minggu (30/8/2020).

Ketua RW di Padalarang Sediakan Wifi Gratis, Bantu Siswa Kurang Mampu untuk Belajar Online

Pihaknya menginginkan seremoni jumenengan itu berjalan lancar, aman, dan tertib hingga seluruh rangkaiannya selesai.

Bahkan, Azis meminta PRA Luqman untuk mengundang Raharjo dan Heru dalam prosesi jumenengan tersebut.

"PRA Luqman tidak perlu menyiapkan massa untuk mengawal, Pak Raharjo dan Elang Heru juga enggak usah mengumpulkan massa untuk menggagalkan," kata Nasrudin Azis.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved