Breaking News:

Kerja Sama Industrsi Akademisi

Siemens Hibahkan Teknologi Sistem Otomasi Gardu Induk kepada ITB

STEI-ITB memiliki lebih dari 130 anggota fakultas dengan berbagai keahlian di bidang tenaga listrik, komunikasi,kontrol dan otomasi, dan informatika

Istimewa
Siemens Indonesia memberikan hibah berupa peralatan sistem otomasi dan perlindungan gardu induk dengan nilai komersial Rp 290 juta kepada ITB, Selasa (25/8/2020) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siemens Indonesia melanjutkan kemitraan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan pemberian hibah berupa peralatan sistem otomasi dan perlindungan gardu induk dari Siemens dengan nilai komersial Rp 290 juta.

Sebagai bagian dari hibah, sistem otomasi dan perlindungan gardu induk listrik dari Siemens ini akan ditempatkan di Laboratorium Sistem Tenaga dan Distribusi Elektrik.

Hibah teknologi ini memperkuat hibah serupa dalam bentuk perangkat lunak, Siemens Power System Planning dan Simulation Software PSS®E dan PSS®SINCAL, pada November 2017 yang telah memberikan manfaat bagi ratusan mahasiswa teknik elektro di ITB.

“Kemitraan dengan Siemens Indonesia akan memberikan mahasiswa kami akses ke peralatan teknis dan perangkat lunak mutakhir yang dapat membuat mereka menjadi semakin menarik bagi calon pemberi kerja,” kata Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB (STEI-ITB), Dr. Tutun Juhana dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Selasa (25/8/2020)

Menurut Tutun, hubungan erat antara industri dan akademisi sangat penting dan tentunya akan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

STEI-ITB memiliki lebih dari 130 anggota fakultas dengan berbagai keahlian di bidang teknik tenaga listrik, komunikasi, kontrol dan otomasi, serta informatika.

“Kami mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kami berterima kasih kepada Siemens atas hibah ini dan berharap dapat melanjutkan kemitraan kami di masa depan,” kata Tutun.

Hibah Sistem Otomasi dan Perlindungan Gardu Induk ini dimaksudkan untuk lebih mempersiapkan mahasiswa dan lulusan untuk pasar otomasi gardu induk yang kompleks dan kompetitif dan pada saat yang sama membangun pengetahuan dasar yang kuat untuk mempelajari teknologi smart grid.

Mahasiswa ITB akan memiliki akses ke perangkat perlindungan SIPROTEC 5 dan Reyrolle serta sistem otomatisasi gardu induk SICAM PAS.

Dengan adanya peralatan dan perangkat lunak di laboratorium, mahasiswa akan dapat melakukan simulasi pengoperasian gardu induk secara nyata dan mendeteksi serta mencegah terjadinya gangguan pada sistem kelistrikan.

“Dedikasi ITB pada teknologi dan inovasi menjadikannya sebagai universitas penerima yang ideal untuk hibah barang berupa peralatan dan perangkat lunak. Kami ingin memberikan mahasiswa program pendidikan sarjana, pascasarjana, doktor serta Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB (STEI-ITB) peralatan yang mereka butuhkan untuk mengatasi tantangan saat ini dan masa depan terutama dalam sistem otomasi dan perlindungan gardu induk,” kata Prakash Chandran, Presiden Direktur dan CEO Siemens Indonesia.

Siemens hadir di Indonesia selama 165 tahun. Saat ini, Siemens beroperasi dengan tiga fasilitas manufaktur dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 1.000 orang. (*)

Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved