Ini cerita Zulfikar, Rutin manfaatkan JKN-KIS Sejak Tahun 2014

Jamkesnews – Zulfikar (47) adalah seorang peserta JKN-KIS yang sangat rutin memanfaatkan JKN-KIS sejak pertama kali program tersebut diluncurkan

Istimewa
Zulfikar (47) 

TRIBUNJABAR.ID - Bandung, Jamkesnews – Zulfikar (47) adalah seorang peserta JKN-KIS yang sangat rutin memanfaatkan JKN-KIS sejak pertama kali program tersebut diluncurkan pemerintah. Dulu sebelum ada Program JKN-KIS, Zulfikar harus merogoh kocek sendiri untuk pengobatan, bahkan harus mencari sumber pendanaan lainnya. Namun kini, ia patut lega, karena semua pengobatannya ditanggung JKN-KIS.

“Tahun 2008, saya sudah mengalami stroke akibat tekanan darah tinggi. Kemudian tahun 2010, dokter bahkan sudah mendiagnosa harus menjalani cuci darah karena ureum kreatinin saya sudah tinggi. Saya sudah tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan harus mengatur aktivitas fisik. Sedangkan kerja saya kan sangat mengandalkan tenaga,” cerita Zulfikar di awal pertemuan dengan Tim Jamkesnews pada Senin (24/08).

Merasa masih dapat mengatasi kondisinya, Zulfikar belum menjalankan saran dokter. Akibatnya, tahun 2012 kondisinya kembali drop dan dirawat di rumah sakit karena mengalami dehidrasi.

“Tahun 2012 itu saya harus dirawat di ICU. Kondisi saya sudah lemah. Sejak saat itulah, saya divonis harus menjalani cuci darah rutin. Sedangkan untuk biaya pengobatan, saat itu menggunakan biaya pribadi, lumayan menguras kantong. Lebih 40 juta uang habis untuk membayar pengobatan,” ungkap Zulfikar.

Zulfikar menyampaikan bahwa ia cukup keberatan jika pembiayaannya menggunakan biaya pribadi, mengingat cuci darah bukanlah pengobatan yang cukup dilakukan sekali. Sejak 2012 hingga ke awal tahun 2014, ia mengaku mendapat bantuan dari berbagai pihak. Termasuk menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pemerintah Kota Bandung.

“Sebelum ada JKN-KIS, kami sempat pakai SKTM. Namun sejak awal Januari 2014, pengobatan saya sudah resmi ditanggung BPJS Kesehatan. Sudah lebih 6 (enam) tahun ini saya dan keluarga merasa tenang karena sangat dibantu oleh JKN-KIS. Awalnya yang hanya dua kali seminggu, sekarang sudah tiga kali seminggu, tidak ada biaya yang harus kami bayarkan karena semuanya ditanggung. Biaya yang dihabiskan cukup banyak. Alhamdulillah kondisi saya semakin membaik,” terangnya.

Selain cuci darah, Zulfikar juga menceritakan bahwa ia pernah mengalami beberapa kali kecelakaan mulai dari jatuh dari atap rumah sampai ditabrak mobil, ia tetap setia memanfaatkan JKN-KIS. Tak hanya itu, Zulfikar juga pernah menjalani operasi katarak di salah satu rumah sakit di Kota Bandung.

“Kalau disampaikan semua pengalaman saya dibantu oleh JKN-KIS, maka akan menjadi cerita panjang. Saya sangat bersyukur program ini ada untuk masyarakat, serta berterima kasih juga atas pertolongan peserta sehat dan rutin membayar iuran. Semoga terus berjalan dan membantu peserta yang membutuhkan,” ungkapnya. (BS/rm)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved