Breaking News:

Peach Gum, Camilan Imunitas yang Penjualannya Meroket Selama Pandemi

Pamor peach gum melonjak karena diklaim juga punya khasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Di negara asalnya digunakan untuk proses penyembuhan pasien

DOK HAPPY PEACH GUM
Salah satu produk camilan peach gum. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Selain jahe dan empon-empon jenis lainnya, ada satu bahan makanan yang hit saat pandemi virus korona baru mulai menyerang negeri ini. Penganan itu ialah peach gum alias tao jiao.

Ini adalah bahan makanan asal Cina yang berasal dari getah pohon persik yang dipercaya bisa mengatasi infeksi saluran kencing, menghilangkan dahaga, dan stres. Peach gum juga kaya asam amino yang memungkinkan kolagen cepat terserap oleh tubuh.

Pamor peach gum cepat melonjak karena diklaim juga punya khasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, di negara asalnya digunakan untuk proses penyembuhan pasien virus korona.

Melihat tren itu, Lina Chandra, pemilik Happy Peach Gum, memberanikan diri mulai berjualan peach gum racikannya. Mulai Maret lalu, ia memproduksi dan memasarkannya. “Saat PSBB saya coba masak sendiri dari resep dan teknik dari almarhum ibu saya,” katanya kepada Kontan.

Awalnya, Lina membuat peach gum rasa orisinal, lalu membuat varian lainnya. Antara lain peach gum rasa cinnamon, double collagen, dan honey lemon, dengan harga Rp 50.000 per botol.

Laiknya usaha rumahan lainnya, ia memasarkan peach gum tersebut secara online. Hasilnya tergolong bagus. Dalam sebulan, dia sudah mendapat pesanan sekitar 1.000 botol ke sejumlah daerah, yakni Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Bandung.

Lina mengatakan, bahan bakunya sebagian besar berasal dari impor, terutama peach gum yang ia impor dari Hong Kong dan Cina. Produk lokal satu-satunya yang ia pakai hanya madu.

Lantaran produk yang ia buat diklaim tanpa bahan pengawet, jadi cuma bertahan tujuh hari di lemari pendingin, maka Lina untuk sementara tidak berani ekspansi ke daerah yang lebih jauh. Tapi, untuk ekspansi ke daerah, dia berencana menggunakan skema kemitraan.

Pebisnis lainnya, Felicia Elizabeth, sudah terjun membuat peach gum sejak Agustus 2019, dengan label Oriental Peach Gum Jakarta. Malah, ia telah membuka cabang di Semarang.

Saat pandemi, penjualan peach gum racikannya bahkan meroket. “Awal korona penjualan sempat melambung hingga 200 persen,” katanya kepada Kontan.

Sama seperti Lina, Felicia memasarkan peach gum lewat pemasaran online dan layanan pesan-antar. Jangkauan pasarnya sudah meluas ke daerah-daerah.

Saban hari, rata-rata ia memproduksi antara 50 cup hingga 100 cup peach gum, dengan rentang harga Rp 50.000 sampai ratusan ribu rupiah. Target bisnisnya adalah membuka outlet khusus dan menambah varian peach gum.

Erwin Halim, konsultan bisnis dari Proverb Consulting, menilai peach gum tergolong niche market. Artinya, hanya orang tertentu saja yang tahu khasiat dari produk tersebut. Meski begitu, produk ini tetap akan laku setelah pandemi. (ratih waseso)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Peach Gum, Camilan Imunitas dari China yang Lagi Hits Selama Pandemi"

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved