Selasa, 14 April 2026

Dinkes dan RSU dr Soekardjo Akan Bertemu Bahas Insentif, Petugas Pemulasara Jenazah Juga Akan Hadir

Pertemuan Dinkes dengan RSU Kota Tasik, juga akan dihadiri para petugas pemulasara jenazah.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
ISTIMEWA
Sejumlah petugas Instalasi Pemulasaraan Jenazah kamar mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, mempertanyakan uang insentif yang belum mereka terima. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pertemuan antara jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, membahas soal insentif petugas pemulasara jenazah Covid-19, Sabtu (22/8/2020) besok, akan mengikutsertakan petugas pemulasara.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak RSU dan rencananya Sabtu besok akan mengadakan pertemuan di RSU, juga dengan para petugas pemulasara jenazah Covid-19," kata Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Jumat (21/8/2020).

Yang akan dibahas adalah soal dana insentif yang harus diterima para petugas Kamar Mayat RSU yang kini jadi petugas pemulasara jenazah Covid-19.

Jumlah petugas pemulasara yang berhak menerima insentif ada 10 orang.

Terdiri dari seorang koordinator, seorang penyemprot disinfektan, seorang ustad, dan sisanya para pelaksana.

"Dari pertemuan itu diharapkan ada titik terang soal pemberian insentif tersebut. Pembicaraannya seperti apa, kota lihat saja besok," ujar Uus Supangat.

Para petugas kamar mayat ini sempat curhat soal belum diberikannya insentif untuk mereka.

Curhat dilakukan dengan cara menuliskan kata-kata curhatan belum menerima insentif di bagian belakang baju hazmat yang mereka kenakan.

Kebetulan saat itu, Rabu (19/8/2020) dini hari, para petugas pemulasara sedang bersiap memakai baju hazmat dan APD lainnya karena ada seorang pasien di ruang isolasi meninggal dunia.

Dengan menggunakan spidol hitam, mereka menuliskan kata-kata, Kerja Tanpa Upah, Perhatikan Kami, Iraha Cair Insentif serta ada kata-kata yang menggelitik, Enggal Cair Hayang Kawin, dan Kapan Kami Cair.

"Ini bentuk curhatan kami, karena hingga saat ini belum menerima insentif. Padahal kami masuk tim penanganan Covid-19," kata Yuri Rahman, salah seorang petugas kamar mayat.

Setelah di Garut Dihalangi Kijang, Kini Ambulans di Jakarta Dihalangi Nissan Juke

Bukan Arema atau Persija, Ini Lawan yang Ingin Dihadapi Jardel Bareng Persib, Bisa Langsung Terwujud

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved