Beijing Cabut Aturan Wajib Masker
Meski aturannya dilonggarakan, namun pada pelaksanaannya sebagian besar penduduk Beijing masih terus mengenakan masker.
Otoritas kesehatan di Beijing, Cina, mencabut kewajiban untuk memakai masker di luar ruangan untuk seluruh warganya. Penghapusan aturan wajib masker itu diambil setelah kasus korona di ibu kota Cina itu terus menurun.
Menurut Channel News Asia, Jumat (21/8), Otoritas kesehatan di Beijing mengizinkan masyarakat bepergian ke mana pun tanpa masker. Aturan baru itu diterapkan setelah dalam 13 hari terakhir ditidak lagi ditemukan kasus baru virus korona di Beijing.
Meski aturannya dilonggarakan, namun pada pelaksanaannya sebagian besar penduduk Beijing masih terus mengenakan masker. Mereka tetap mengenakan masker karena merasa masker membuat mereka merasa aman. Sebagian warga mengatakan tekanan sosial untuk juga menjadi alasan mereka tetap memakai masker.
"Saya bisa melepas masker kapan saja, tapi saya ingin lihat bagaimana reaksi orang lain. Saya tidak ingin orang-orang takut melihat saya bila saya tak pakai masker ," kata warga Beijing, Cao, seperti dikutip dari Reuters.
Pencabutan aturan penggunaan masker di Beijing bukan kali pertama. Pada akhir April, Pusat Pengendalian Penyakit Kota Beijing mencabut aturan masker untuk pertama kali setelah wabah dimulai. Namun, aturan tersebut dengan cepat diberlakukan lagi setekah muncul klaster baru penyebaran korona di pasar induk Beijing.
Warga Beijing tetap harus menggunakan masker saat berhubungan dekat dengan orang lain. Hal itu sesuai dengan pedoman baru yang fokus pada kegiatan di luar ruangan. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing juga merekomendasikan, jika bersin dan batuk, warga harus menutup dengan menggunakan siku tangan atau tisu.
Dalam kegiatan di luar ruangan, penduduk juga tidak boleh meludah ke tanah. Sekresi mulut dan hidung serta dahak harus ditutup dengan kertas dan dibuang ke tempat sampah. Warga juga harus mencuci tangan sampai bersih ketika pulang ke rumah.
Cina merupakan negara tempat virus korona ditemukan. Saat ini, Pemerintah Cina melaporkan 84.917 kasus korona yang terjadi sejak wabah ditemukan akhir 2019. Untuk mencegah meluasnya virus korona, Cina memberlakukan lockdown, menggelar tes massal, dan mewajibkan masker.
Saat ini, meski penambahan kasus baru masih terjadi, jumlahnya tak banyak. Kasus itu pun berasal dari penularan di luar negeri.***