Kapolsek Lebakwangi Tegaskan Mayat Mengambang di Cadas Ngampar Akibat Murni Kecelakaan
Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan di mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Cadas Ngampar, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kuningan.
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan di mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Cadas Ngampar, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Kamis (20/8/2020) sore.
“Korban betul mengalami musibah murni dan kami saat evakuasi tadi, oleh petugas Inafis Polres Kuningan, bahwa di jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Lebakwangi, Iptu Ayi Sujana, saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya.
Ayi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis dan melakukan evakuasi korban.
"Dari sana, korban dilakukan pemulasaran di rumah sakit,” kata Ayi.
Korban, kata Ayi, kini sudah ditangani oleh Pemerintah Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi. “Sebab korban merupakan salah satu warga Desa Langseb,” ujarnya.
Bernama Suhenda
Identitas mayat yang ditemukan di Sungai Cadas Ngampar, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kuningan, terungkap.
Mayat laki-laki yang mengambang di sungai itu ditemukan Kamis (20/8/2020) sore.
Mayat itu dipulasara di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Ternyata dia adalahwarga Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi.
“Betul korban merupakan Warga Desa Langseb. Korban bernama Suhenda (23), warga RT 02/03 Desa Langseb,” kata Wawan, petugas pemulasara Kamar Jenazah RSUD 45 Kuningan saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (20/8/2020).
Wawan mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Suhenda.
“Kematian korban diduga terjatuh atau bisa, lagi mandi terhempas arus air sungai. Karena saat melakukan kifayah, kami tidak menemukan tanda kekerasan sedikit pun,” kata Wawan lagi.
Tidak hanya itu, kata Wawan, ada darah yang keluar dari hidung dan telingga.
“Pengeluaran darah itu kemungkinan besar adanya pengendapan saluran darah dan kondisinya mulai membusuk. Kemungkinan korban meninggal sekitar pagi tadi,” katanya.
Wawan mengatakan, pihak pemerintah desa kemudian menjemput dengan ambulans desa.
Warga Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dikejutkan dengan penemuan mayat.
“Tadi sebelum magrib ada warga desa kami temukan mayat,” ungkap Nanda, warga Desa Parakan, Kamis (20/8/2020).
Dia mengatakan, peristiwa yang menghebohkan warga itu terjadi pukul 17.30 WIB.
Mayat ditemukan mengambang di Sungai Cadas Ngampar.
“Kalau awal kejadiannya enggak tahu. Saya juga ikutan saja lihat,” katanya.
Mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Diperkirakan berumur antara 20 hingga 25 tahun.
“Pada saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik namun sepertinya mayat sudah agak lama, dilihat dari lumpur yang nempel di bagian wajah dan di baju korban,” ungkap Jaja yang juga warga Desa Parakan.
Mayat di Belakang Terminal
Mayat lelaki juga ditemukan di belakang Terminal Pancasila, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/8/2020). Dia tenggelam di kolam.
Korban adalah Erik (45), warga yang baru sebulan tinggal di Jalan Bebedahan.
Korban sejak lima tahun lalu mengalami kelainan jiwa.
"Dia ternyata adik kandung saya. Namanya Erik, anak keempat dari lima bersaudara," kata Deri (59), kakak kandung korban, saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kamis sore.
Deri mengungkapkan, adiknya itu mengidap kelainan jiwa sejak lima tahun lalu. Mereka semula tinggal di kawasan Nagrog, Kecamatan Purbaratu.
"Ketika masih tinggal di Nagrog, Erik sering keluar rumah dan sudah tahu jalan jika hendak pulang," ujar Deri.
Saat sudah pindah ke Jalan Bebedahan, kemungkinan besar Erik tidak mengetahui jalan pulang saat ia jalan-jalan keluar.
"Kami menerima ini sebagai musibah dan akan membawa pulang jenazahnya untuk dimakamkan," kata Deri.
Sebelumnya, warga di belakang Terminal Pancasila menemukan sesosok mayat laki-laki tenggelam di sebuah kolam.
Saat petugas Inafis Polresta Tasikmalaya melakukan identifikasi lokasi tidak ditemukan secuil identitas korban.
Petugas akhirnya membawa jasad korban ke RSU untuk menjalani visum. Dari hasil visum tidak ditemukan luka-luka mencurigakan di tubuh korban. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-mengevakuasi-mayat-yang-ditemukan-di-sungai-cadas-ngampar.jpg)