Persib Bandung
Shahril Ishak Ungkap Kegagalannya di Persib, Singgung Nama Daniel Darko dan Jovo Cuckovic
Ini alasan Shahril Ishak gagal bersinar di Persib. Singgung nama Jovo.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Shahril Ishak membeberkan alasan kegagalannya menunjukkan permainan terbaiknya ketika membela Persib Bandung di musim 2010/2011.
Kala itu, Shahril datang dengan label bintang Timnas Singapura yang juga sangat produktif ketika bermain untuk Home United.
Shahril mampu mencetak 17 gol yang juga menjadikannya sebagai pemain terbaik Liga Singapura musim 2010.
Pemain yang kini berusia 36 tahun itu hanya bermain setengah musim dengan catatan 11 kali turun ke lapangan membela Persib.
Menurut Shahril, pergantian pelatih di awal musim membuat kariernya di Persib sama sekali tidak berkembang.
Daniel Darko Jancovic yang kala itu membawanya ke Persib dipecat satu minggu sebelum Liga Indonesia dimulai.
"Darko diganti, aduh parah ini, kata saya. Sebab rencananya untuk aku bermain, sebab aku sudah berbicara sama dia, aku harus main, aku harus ada minute, aku harus first eleven sebab aku akan main di Timnas Singapore, sebab kalau aku di luar, kalau aku tidak ada minute, kalau aku kembali ke Timnas, aku tidak bisa main," ujar Shahril kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2020).
Pemecatan Darko diakui Shahril membuatnya pusing.
Namun ketika itu, ia mencoba memberikan yang terbaik meskipun pelatih yang membawanya dipecat.
"Darko dipecat, aku punya mental sudah down sedikit, jadi gimana ini, sekarang ada pelatih baru. Sebab ketika saya di Persib, filosofi pelatih itu berbeda. Setiap pelatih itu berbeda, sebab permainan aku pun berbeda, coach Darko sudah tahu permaianan aku, di mana posisi aku, di mana harus memainkan aku. Jadi begitu," katanya.
Ketika Darko dipecat, manajemen Persib menunjuk asistennya, Jovo Cuckovic untuk menjadi pelatih kepala.
Naiknya Jovo menjadi pelatih kepala ternyata tak memperbaiki situasi dirinya dan juga Persib.
"Jovo parah, anak-anak semua pening, sebab dia tidak bisa bicara bahasa. Lagi pusing mereka. Anak anak sudah pusing. Apa mau Jovo di latihan," ucapnya.
Selain itu, para pemain dan pelatih memiliki pandangan yang berbeda pada saat melakukan latihan rutin.
Para pemain kata Shahril tidak senang dengan program latihan Jovo yang hanya terus melakukam operan.
"Kalau aku ingat, kita latihan passing terus. Dia bicara lain, anak-anak pun tidak paham aku sendiri tidak paham apa dia mau," katanya.
• Cerita Bintang Singapura Shahril Ishak Saat Persib Merekrutnya, Tinggalkan Tim yang Berpeluang Juara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/shahril-ishak-saat-bela-persib.jpg)