Breaking News:

Macron Minta Iran Tak Mencampuri Politik Lebanon

Beberapa hari pasca-ledakan dahsyat di Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengundurkan diri.

AFP
Presiden Perancis, Emmanuel Macron 

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Rabu (12/8), memperingatkan Iran agar tidak mengintervensi politik di Lebanon setelah bencana ledakan dahsyat yang memicu krisis politik di negara itu. Menurut AFP, Macron menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Iran Hassan Rouhani melalui sambungan telepon.

"Semua kekuatan harus menghindari campur tangan dari luar Lebanon dan untuk mendukung penempatan pemerintah yang dapat mengatur keadaan darurat,” kata Macron.

Iran dianggap memiliki pengaruh besar di Lebanon melalui kelompok Syiah, Hezbollah yang sangat terwakili dalam pemerintahan sebelumnya, dan memiliki aliansi dengan faksi Presiden Lebanon Michel Aoun.

Beberapa hari pasca-ledakan dahsyat di Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengundurkan diri. Pengunduran Diab terjadi setelah massa mendesak pemerintah bertanggung jawab atas ledakan yang menewaskan ratusan orang dan membuat puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal itu.

Ledakan dahsyat di Beirut, dua pekan lalu, itu terjadi di gudang penyimpanan amonium nitrat sebanyak 2.750 ton. Bahan peledak itu disimpan di pelabuhan Beirut tanpa pengawasan selama enam tahun.

Macron, yang merupakan pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Beirut setelah ledakan. mengambil peran utama dalam mengkoordinasikan respons internasional terhadap bencana yang terjadi di Lebanon.***

Editor: Deni Ahmad Fajar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved