Breaking News:

Bisnis Laptop Moncer, Penjualan Lima Merek Ini Bersaing Ketat Pada Masa Pandemi Covid-19

kenaikan penjualan laptop di Indonesia sekitar 15-20 persen. Kenaikan penjualan laptop mulai bulan Mei itu menutup kekecewaan pelaku bisnis

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Acer Indonesia 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Moncernya bisnis laptop akhir-akhir ini tak lepas dari kondisi pasar yang dipenuhi persiangan antar-merek. Pelaku usaha melihat ini sebagai potensi pasar yang terus berkembang dengan ragam pilihan produk.

Menurut Muhammad Firman, Head of Public Relations Asus Indonesia, kompetisi antar produsen sengit, dengan banyaknya pemain baru yang masuk ke Indonesia. "Misalnya pemain yang belum masuk ke pasar laptop sudah mulai terjun. Ini karena memang potensi market laptop di Indonesia sudah mulai kelihatan," sebutnya saat media gathering virtual, Rabu (12/8/2020).

Sedikit informasi, menurut Firman, di awal pandemi permintaan produk personal komputer (PC) dan laptop sempat anjlok, namun tak berapa lama muncul gejolak aktivitas online di rumah.

"Kebutuhan laptop jadi signifikan di kala anak sekolah harus online, butuh lebih dari satu perangkat di dalam rumah," katanya.

Oleh karena itu pada bulan Mei menuju Juni, Asus mencatat ada kenaikan penjualan laptop di Indonesia sekitar 15-20 persen. Kenaikan penjualan laptop mulai bulan Mei itu menutup kekecewaan pelaku bisnis laptop saat melihat pelemahan penjualan di awal tahun, khususnya April.

Penguatan penjualan semakin perkasa ketika sejumlah daerah memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan memperpanjang proses pendidikan jarak jauh. Adapun produk laptop Asus yang banyak dicari konsumen rentang harganya berkisar Rp 4,9 juta–Rp 13,9 juta.

Sementara itu dari sisi distributor, PT Datascrip juga menilai semenjak dimulainya PSBB sampai akhir sekarang permintaan laptop di pasaran sangat positif. Trennya terus naik, karena situasi pandemi ini yang meng-encourage orang untuk bisa lebih berkreasi di rumah saja.

"Terlebih anak-anak masih harus belajar secara online. Faktor belajar dan bekerja dari rumah saja ini yg sangat mendorong kebutuhan akan produk notebook meningkat tajam," ujar Mary T. Oetomo, Business Unit Director PT Datascrip kepada Kontan.co.id, Rabu (12/8).

Perusahaan distribusi yang terkenal dengan produk alat tulis kantor (ATK) ini memasarkan 5 merek laptop ternama, yakni Asus, HP, Acer, Lenovo dan juga Huawei. Manajemen tak memerinci besaran masing-masing penjualan merek, namun yang pasti Datascrip masih fokus kepada 5 merek besar tersebut. (agung hidayat)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Persaingan Ketat di Pasar Laptop Saat Pandemi Corona”.

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved