PBB Diminta Perpanjang Embargo untuk Iran

Musavi juga mengkritik negara-negara di Teluk Arab karena menjadi salah satu pembeli senjata terbesar baik di kawasan tersebut dan di dunia

Editor: Deni Ahmad Fajar

DEWAN Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk (GCC) mengirim surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) yang mendukung perpanjangan embargo senjata terhadap Iran. Negara-negara Arab yang menjadi anggota GCC adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

GCC mengirim surat kepada PBB pada Minggu (9/8) sebagaimana dilansir dari Radio Free Europe Radio Liberty, Senin (10/8). Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal GCC Nayef al-Hajraf.

Isi surat tersebut menyatakan bahwa sejak kesepakatan nuklir Iran ditandatangani pada 2015, Iran tidak berhenti mengintervensi negara-negara tetangga. “Baik secara langsung maupun melalui organisasi dan gerakan yang dipersenjatai dan dilatih oleh Iran,” bunyi surat tersebut.

Oleh karena itu, ujar pernyataan dalam surat GCC, tidak pantas untuk mencabut embargo sampai Iran meninggalkan aktivitas yang mengganggu stabilitas dan berhenti memberikan senjata kepada organisasi teroris.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Musavi mengutuk surat itu dan menyebutnya sebagai pernyataan tidak bertanggung jawab yang melayani kepentingan Amerika Serikat (AS).

Musavi juga mengkritik negara-negara di Teluk Arab karena menjadi salah satu pembeli senjata terbesar baik di kawasan tersebut dan di dunia. PBB melarang Iran membeli sistem senjata dari luar negeri pada 2010, di tengah ketegangan dunia atas program nuklirnya.***

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved