Breaking News:

Daftar 17 Kota/Kabupaten Zona Kuning di Jabar, Dapat Gelar Sekolah Tatap Muka Asal Penuhi 4 Syarat

Bukan cuma sektor kesehatan, pandemi Covid-19 mengganggu semua sektor kehidupan, termasuk sosial-ekonomi.

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Istimewa
Simulasi belajar di sekolah, SMAN 4 Sukabumi sudah siap secara fasilitas dan protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bukan cuma sektor kesehatan, pandemi Covid-19 mengganggu semua sektor kehidupan, termasuk sosial-ekonomi.

Satu di antara dampak di tengah masih terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 yakni aktivitas pembelajaran melalui ruang digital. Pendekatan ini tidak semudah ketika anak didik belajar dengan metode tatap muka di sekolah.

Tak hanya guru yang memiliki kendala dalam penyelenggaraan metode pembelajaran jarak jauh, tetapi juga orang tua dan para murid.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun berencana untuk mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau dan kuning.

Namun demikian, implementasi pembelajaraan tersebut harus memperhatikan syarat yang harus dipenuhi, yakni empat persetujuan.

Hal tersebut pun dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (9/8/2020).

Syarat pertama, sekolah harus mendapat persetujuan dari pemerintah daerah (pemda) atau dinas pendidikan dan kebudayaan di wilayah zona hijau dan kuning.

Kedua, persetujuan kepala sekolah setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

Ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved